foto: int Salah satu Manajer Pasar Uang terkenal di Amerika Serikat (AS) memperkirakan, harga emas dunia akan segera melambung. Investor mencari investasi aman di tengah anjloknya bursa saham dunia dan harga minyak.
Jeff Gundlach, CEO DoubleLine Capital menyebutkan, harga emas diperkirakan akan bergerak di level US$ 1.400 per ounce. Dengan harga tersebut, investor mendapatkan keuntungan sekitar 30% dari harga emas saat ini sebesar US$ 1.090 per ounce.
Harga emas sudah jatuh dalam beberapa waktu terakhir, dan sudah reli sejak awal tahun karena investor mencari tempat berlindung untuk mengamankan asetnya di tengah kondisi pasar saham yang volatile. Akhir-akhir ini, harga emas memang perlahan naik, prediksi Gundlach tepat.
Gundlach merupakan salah satu analis yang mampu memprediksi dengan tepat. Sebelumnya, dia juga sempat memperkirakan harga minyak akan anjlok di tahun 2014, kemudian ia juga memprediksi obligasi mengalami turbulensi di 2015. Prediksinya itu tepat. Makanya, dia dijuluki 'New Bond King'.
Meski demikian, berita yang dilansir detik.com ini memprediksi Gundlach tidak selalu tepat sasaran. Tahun lalu, ia memperkirakan harga emas akan naik, tapi nyatanya tidak terjadi, emas justru anjlok ke posisi terendahnya dalam 6 tahun terakhir di Desember 2015.(*)
Parl-3180
Pengusaha: Jadi Negara Maju Malah Bikin Repot
Gojek dan Tokopedia Bentuk GoTo, Jadi Grup Teknologi Terbesar di Indonesia
MUI: Jangan Terbuai Iming-iming Investasi Syariah
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Kamis 9 Juni 2022, Naik Rp2.000
Honor Sudah Dipotong Pajak Tapi Tak Lapor SPT Tetap Didenda
Melambat, ADB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,1 Persen Tahun Ini