foto: int Pemerintah sudah bersiap untuk merombak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Sebab, ada pergeseran asumsi makro ekonomi, seperti nilai tukar rupiah, inflasi dan harga minyak dunia.
“Pemerintah akan ajukan APBN perubahan 2016,” ungkap Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/2/2016).
Bambang menjelaskan, untuk nilai tukar rupiah diperkirakan akan lebih kuat dari asumsi yang ditetapkan sebesar 13.900/US$. Inflasi juga akan lebih rendah dari 4,7%. Sementara harga minyak dunia diproyeksi bergerak di sekitar US$ 30-40 per barel. “Perubahan paling kritikal itu di harga minyak, karena berpengaruh terhadap penerimaan,” ujarnya seperti dimuat detik.com.
Waktu yang tepat untuk pengajuan APBN Perubahan adalah setelah pembahasan rapat kerja Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017, yaitu bulan Mei 2016. Namun hal itu masih menjadi pertimbangan, dan tentunya akan dibicarakan lagi dengan DPR.(*)
Parl-3180
Sri Mulyani Tantang Agar Wajib Pajak Jangan Takut Ancaman Singapura
Harga Emas Antam Senin 8 Agustus 2022 Turun Rp2.000 per Gram
Pertamina Siapkan Investasi Rp 142,8 Triliun di 2021
Kas Negara Bertambah Rp 28,38 Triliun Usai Tarif PPN Naik Jadi 11 Persen
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 8 Oktober 2019, Turun Rp5.000 per Gram
Mengekor Bursa Asia, IHSG Dibuka 'Terang Benderang' di 6.320