Pergerakan IHSG. (foto: int) IHSG gabungan cenderung stagnan di pembukaan perdagangan pekan ini, bergerak menguat 0,08% atau 3,85 poin ke level 4.701,41. Pada penutupan perdagangan Jumat (19/2/2016) melemah 81,23 poin atau 1,70% ke 4.697,56.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, pada akhir pekan IHSG ditutup di teritori negatif setelah dalam kurun waktu seminggu mencoba untuk break resist di area 4.800. Namun gagal bertahan di level tersebut. “Kabar dari OJK serta Kementerian BUMN yang ingin membatasi Net Interest Margin maksimal di kisaran 4%, membuat sektor perbankan melemah cukup tajam sejak awal sesi. Sehingga membuat berat langkah IHSG,” kata Reza dalam risetnya.
Keadaan tersebut dimanfaatkan para pelaku pasar baik lokal maupun asing dalam melakukan aksi profit taking, mengingat IHSG dan beberapa sektor tertentu sudah berada dalam area jenuh beli dalam beberapa hari terakhir. “Aksi jual tersebut tidak hanya pada saham-saham perbankan, juga berimbas pada saham-saham lainnya. Para investor nampaknya masih akan melakukan aksi wait and see pada pembukaan perdagangan di pekan ini sebagai aksi cooling down, setelah penurunan IHSG pada perdagangan Jumat kemarin,” kata Reza seperti dilansir market.bisnis.com.(*)
Parl-3180
Dibuka 2 Arah, IHSG Berbalik Menguat ke 6.356
Berlawanan dengan Bursa Asia, IHSG Dibuka Menguat ke 6.417
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 3 Februari 2022
Bank Indonesia Resmi Meluncurkan BI-Fast
Utang Pemerintah per Maret 2020 Rp 5.192 T, Ini Rinciannya
Gagal Come Back, IHSG Ditutup Negatif ke 6.009