(foto: Parlindungan) Pemerintah mengimbau pedagang tak memanfaatkan musim hujan untuk menahan pasokan bawang merah. Sebab, jika pasokan tersendat maka akan mendorong kenaikan harga.
“Saya ke pedagang hanya bisa sampaikan, jangan mumpung ada jeda karena hujan terus barang dikeluarkan sedikit-sedikit. Dari sebelumnya 20-30 truk masuk ke pasar induk, karena kondisi begini (hujan) jadi 15 truk. Hal seperti itu bisa mengganggu harga,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Spudnik Sujono, dalam konferensi pers di kantornya, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (1/3/2016).
Spudnik menambahkan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah memerintahkan dirinya untuk terus memantau harga bahan pangan, khususnya bawang merah, agar pasokannya tetap lancar dan harga stabil. Dalam menjalankan tugas ini, Kementan menjalin kerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Kerja sama dengan Kemendag ini sekaligus untuk mengawasi dan mengamankan tata niaga bawang merah agar tetap lancar dan tak ada pedagang yang menahan di gudang. “Soal tata niaga pedagang kami (Kementan) nggak bisa atur, kami nggak bisa menegur pedagang. Misalnya, suplai di pasar berkurang karena bawang merah ditahan di gudang, kami nggak bisa menegur,” tutur Spudnik.
Upaya kerja sama dalam menjaga pasokan bawang merah ini diharapkan mampu menjaga harga bawang pada kisaran harga yang stabil. “Dari usaha kami ini harapannya bawang merah bisa dikendalikan di bawah Rp 25.000-Rp 26.000/kg,” kata Spudnik seperti dilansir detik.com.(*)
Parl-3180
Harga TBS Sawit Riau Periode 12-18 Januari 2022 Naik Tinggi Jadi Rp 3.411,32/Kg
Sawit Riau Meroket, Harga CPO Asian Agri hingga Sinar Mas Group Alami Kenaikan
Kesulitan Jual CPO, Pabrik Kelapa Sawit Setop Operasi
Produksi Turun, Harga TBS Kelapa Sawit Malah Tembus Rp2.850 per Kilogram
Bos Sawit yang Sabar Ya, Harga CPO Turun Nyaris 1%
Harga TBS Sawit Riau Periode 29 Juni – 5 Juli 2022 Turun Rp 561,89/Kg