sumber foto merdeka.com Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kombinasi rebound (kebangkitan) dan recovery (pemulihan) menjadi tantangan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun. Pandemi Covid-19 dinilai masih jadi momok utama penentu pergerakan ekonomi
Dilansir dari laman merdeka.com, "salah satu tantangan kita tahun ini adalah kita bisa mengombinasikan antara rebound dan recovery," ujar Sri Mulyani saat rapat dengan DPR, Jakarta, Senin (30/8).
Rebound memiliki arti ekonomi tumbuh tinggi karena adanya dasar pencapaian yang rendah pada kuartal sebelumnya. Sementara untuk menciptakan ekonomi berkualitas, Indonesia harus mampu rebound sekaligus recovery yaitu motor penggerak perekonomian harus pulih dan lebih baik.
"Rebound bisa saja hanya karena base-nya rendah tapi tidak menjadi translate recovery. Orang bisa rebound tanpa recovery hanya karena pick up base-nya rendah," kata Sri Mulyani.
Dengan demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Direktur itu menegaskan, kombinasi ini harus diwujudkan mengingat adanya kebijakan PPKM. PPKM menyebabkan hampir seluruh aspek pendukung perekonomian lumpuh kembali setelah sempat mengalami perbaikan.
"Kuartal III mengalami koreksi dari berbagai indikator. Kita berharap, mungkin September masih bisa mengejar. Karena Juli kita mengalami PPKM seluruh bulan dan Agustus sampai dua minggu," tandas Sri Mulyani. (GA)
Aturan Terbaru Naik Pesawat, Kapal Laut, Kereta Api dan Bus: Belum Vaksin Booster Wajib Tes PCR
Genjot Vaksinasi, 3 Tahap Vaksin Baru Datang Langsung Didistribusi
Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi Per 18 Juni 2020
Aturan Baru Menperin, Industri Minyak Goreng Wajib Jaga Pasokan untuk UMKM
Daftar Daerah PPKM Level 3 Jawa-Bali Sampai 13 September dan Aturan Terbarunya
Melesat, Indonesia jadi Eksportir Besi dan Baja Terbesar ke-10 Dunia