sumber foto merdeka.com Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut bahwa BUMN memberikan kontribusi Rp3.290 triliun kepada negara selama 10 tahun terakhir. Kontribusi tersebut dalam bentuk pajak, deviden dan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak).
Dilansir dari laman merdeka.com, "memang benar BUMN 10 tahun terakhir telah berkontribusi Rp3.290 triliun kepada negara yang berupa pajak, dividen, PNBP, dan lain-lain," katanya dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Jumat (3/9).
Jumlah tersebut kata Erick Thohir, sangat membantu bagi negara. Namun tentunya belum bisa dikategorikan cukup. "Tentu ini sangat membantu negara dalam menjalankan program-program untuk rakyatnya. Tapi apakah itu cukup? Tidak," katanya.
Oleh karena itu, di masa pandemi ini, Kementerian BUMN menyadari banyak langkah yang harus diperbaiki. Transformasi tak bisa lagi dielakkan, BUMN harus melakukan perubahan. Termasuk bekerja sama dengan UMKM agar lebih dekat dengan rakyat.
"Sejak krisis ini terjadi, kami BUMN dari pada menunjuk bahwa itu harus diperbaiki, di sini harus diperbaiki, tapi kita menunjuk diri kita sendiri," jelasnya.
"Kita transformasi diri kita sendiri. Kita memastikan bahwa BUMN ini tidak menjadi menara gading, tetapi harus dekat dengan program UMKM dan harus dekat kepada rakyatnya," sambungnya.
Langkah pertama yang dilakukan oleh Erick Thohir adalah mengeluarkan peraturan menteri untuk membuka diri terhadap swasta. "Karena itu kita awali mengeluarkan Permen waktu itu. Kita harus membuka diri, tidak boleh ada lagi satu BUMN dan satunya lagi menjadi kartel, saling trading, saling suplai satu sama lain," tandasnya. (GA)
Uang Baru Rp75.000 Hanya Dicetak 75 Juta Lembar, Bukan untuk Kegiatan Ekonomi
Harga Emas Rontok Jadi Rp939 Ribu Imbas Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Selasa 9 November 2021, Naik
Harga Emas Batangan di Pegadaian Hari Ini, 15 Juni 2020
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Jumat 26 November 2021
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini Turun, Siap Beli?