Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sektor yang penting untuk masuk ke ekosistem digital.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. "UMKM jadi topik penting yang akan kita tangani agar menjadi bagian dari ekosistem digital," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso kepada media, Senin (11/10).
Wimboh menambahkan ekosistem digital yang dimaksud meliputi teknologi produksi, pemasaran, pembiayaan, hingga investasi bagi UMKM. Ini dilakukan untuk mendorong jumlah usaha 'wong cilik' masuk ke sistem keuangan formal seperti perbankan. Dengan demikian, inklusi keuangan dapat meningkat dan mencapai target yang ditentukan.
Ia mengaku Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan otoritas untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 90 persen pada 2024. "Kami yakin di tahun 2024 kita dapat mencapai target 90 persen sebagaimana arahan Bapak Presiden," kata Wimboh dalam OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10).
Pihaknya akan berusaha untuk melakukan digitalisasi sektor perbankan dan keuangan sehingga dapat menurunkan pengangguran, dan memperbaiki akses keuangan. Dalam mencapai target tersebut, OJK akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan dan memperluas edukasi dan literasi keuangan melalui beberapa program.
Di antaranya, program UMKM MU besutan OJK hingga bekerja sama dengan startup di Indonesia yang jumlahnya mencapai 2.100 perusahaan. Ia berharap dengan kerja sama ini mampu mengedukasi masyarakat secara luas. (RF/ika)
Masalah Loker, Kesenjangan sebagai Pemicu
Daftar 15 Negara Surga Pajak di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Pemerintah Bakal Bentuk Bank Tanah
Cek Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Anjlok Rp12.000 Mulai Rp519.000
Mei 2019, Inflasi Ramadan Didorong Bahan Makanan hingga Transportasi
Sri Mulyani Pangkas Pajak Rumah dan Kendaraan Mewah