sumber foto detik.com Prof Sri menyoroti vaksinasi booster tidak akan maksimal jika masih banyak dari mereka yang belum menerima dua dosis vaksin COVID-19. "Makanya rencananya kalau bisa sampai Desember mencapai herd protection, baru tahun depan vaksinasi booster," tutur Prof Sri.
Dilansir dari laman detikhealth.com. Bisakah memakai vaksin COVID-19 berbeda dengan dua dosis pertama yang diterima? Ia menyarankan, memilih jenis vaksinasi booster perlu memperhatikan efikasi.
Jika sebelumnya menerima vaksin Sinovac atau AstraZeneca dengan efikasi kisaran 60 persen ke atas, vaksinasi booster disarankan untuk mengambil jenis vaksin COVID-19 yang lebih tinggi.
"Kalau mau pakai booster tentunya kita memilih yang efikasinya lebih tinggi. Misalnya sebelumnya menerima vaksin Sinovac, boosternya harus pakai efikasi yang lebih tinggi lagi," tutur dia.
"Jadi jangan sampai dia mempunyai efikasi yang kurang tetap harus bagus terhadap varian-varian baru," sambung Prof Sri. Meski begitu, dia belum bisa memastikan kapan vaksinasi booster akan diberikan, karena masih memprioritaskan penerima vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua. (RF/ika)
Megawati Matondang: Peradi Partisipasi Peningkatan SDM Calon Advokat
Persiapan Pelayanan Haji Indonesia Sudah 100%, Begini Peningkatannya
Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin Sinovac Tahap 4
Jangan Bingung! Begini Loh Panduan Pemberian 5 Vaksin Booster
Semua Pihak Tanggungjawab Majukan Dunia Pendidikan
Indonesia dan China Sepakati Travel Corridor, Bukan Untuk Wisata