sumber foto cnnindonesia.com Harga minyak bangkit (rebound) 1 persen pada akhir perdagangan Senin (22/11) waktu AS atau Selasa (23/11) pagi WIB, ditopang laporan OPEC+ yang menyatakan bakal menyesuaikan rencana peningkatan produksi bila negara konsumen besar melepas minyak mentah cadangan mereka.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. Mengutip Antara Selasa (23/11), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik 81 sen atau 1 persen ke level US$79,7 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember juga menguat 81 sen atau 1 persen ke level US$76,75 per barel.
Padahal, pada awal perdagangan minyak mentah Brent dan WTI AS turun lebih dari US$1 mencapai level terendah sejak 1 Oktober lalu. Pejabat Jepang dan India saat ini sedang mencari cara untuk melepaskan cadangan minyak mentah nasional bersama dengan AS dan ekonomi utama lainnya guna meredam harga. Namun, Gedung Putih dan Kementerian Energi AS menyatakan tidak memiliki keputusan resmi soal pelepasan cadangan minyak.
Keputusan melepas cadangan minyak disinyal bakal diambil usai AS gagal membujuk OPEC+ untuk memompa lebih banyak minyak dengan alasan agar produsen utama dunia tak kekurangan stok minyak mentah. Sedangkan kelompok produsen pada bulan ini tetap pada rencana mereka, yakni meningkatkan produksi minyak sebesar 400 ribu barel per hari (bph) mulai Desember.
Keputusan melepas cadangan minyak disinyal bakal diambil usai AS gagal membujuk OPEC+ untuk memompa lebih banyak minyak dengan alasan agar produsen utama dunia tak kekurangan stok minyak mentah. Sedangkan kelompok produsen pada bulan ini tetap pada rencana mereka, yakni meningkatkan produksi minyak sebesar 400 ribu barel per hari (bph) mulai Desember. (RF)
Pandemi Corona, Jokowi: Kartu Pra Kerja Kita Pakai untuk Antisipasi PHK
Bertambah 2.618 Kasus, Total Positif Covid-19 415.402 Orang
Dampak Buruk Kampanye Benci Produk Asing yang Digaungkan Presiden Jokowi
7 Penyebab Selalu Mengantuk di Siang Bolong
Survei SMRC: 87,6% Masyarakat RI Setuju PSBB untuk Cegah Penularan Corona
Rekor Tertinggi Selama Pandemi Pecah, Kasus COVID-19 RI 15 Juli 56.757