sumber foto cnnindonesia.com Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.270 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis (30/12) sore. Mata uang Garuda melemah 14 poin atau 0,1 persen dari Rp14.256 per dolar AS pada Rabu (29/12).
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. Begitu juga dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.269 per dolar AS atau melemah dari Rp14.265 per dolar AS pada Rabu kemarin. Rupiah melemah bersama mayoritas mata uang Asia, seperti peso Filipina minus 1,07 persen, yen Jepang minus 0,2 persen, won Korea Selatan minus 0,2 persen, yuan China minus 0,16 persen, dolar Singapura minus 0,11 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,02 persen.
Namun, baht Thailand berhasil menguat 0,47 persen, rupee India 0,43 persen, dan ringgit Malaysia 0,05 persen. Begitu juga dengan mata uang utama negara maju, mayoritas ada di zona merah. Rubel Rusia melemah 0,62 persen, euro Eropa 0,34 persen, franc Swiss minus 0,33 persen, poundsterling Inggris minus 0,19 persen, dan dolar Kanada minus 0,1 persen. Hanya dolar Australia yang menguat 0,09 persen dari dolar AS.
Senior Analis DC Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah karena volatilitas volume dan nilai perdagangan di bursa saham dunia menipis jelang penutupan akhir tahun. Hal ini terjadi karena minimnya sentimen segar di pasar keuangan.
"Ini membuat rebound ke dolar AS yang cukup besar. Pelemahan (rupiah) ini lebih ke teknikal dan non fundamental,". Di sisi lain, pergerakan mata uang juga masih dibayangi oleh pemberitaan soal penyebaran covid-19 varian omicron di dunia. Namun, hal ini tidak terlalu memberi kekhawatiran bagi pelaku pasar. (RF)
Harga Emas Antam Turun
Awal Pekan, IHSG Dibuka Hijau di 6.306
Kembali Turun, Harga Emas Antam Dibanderol RP770.000/Gram
Bertemu Menlu Jepang, Presiden Jokowi Ajak Jepang Investasi di Natuna
Pelni Buka Rute Jakarta-Padang di Libur Natal, Harga Tiket Rp 285.000 Termasuk Makan
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 27 Mei 2021