sumber foto liputan6.com Bank Indonesia (BI) berkomitmen mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level rendah, yakni sebesar 3,50 persen. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, kenaikan suku bunga acuan baru terjadi apabila sudah ada tanda-tanda inflasi secara fundamental.
Dilansir dari laman liputan6.com. "Suku bunga BI rate 3,5 persen kami akan tetap jaga rendah, sampai dengan tanda-tanda inflasi secara fundamental itu muncul," katanya dalam Seminar on Strategic Issue in G20: Exit Strategy and Scarring Effect di Jakarta, Kamis (17/2).
Perry menyampaikan, keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level rendah ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
Bauran Kebijakan
Ke depan, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut. "Kami tetap berkomitmen mendukung pemulihan ekonomi domestik dan stabilitas Rupiah," tutupnya. (RF)
Perang Harga Swab Antigen, BPKP Bilang Begini
Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai 1 Juli 2020, Simak Rinciannya
Kemendag Keluarkan Panduan New Normal di Pasar Tradisional dan Mal, Ini Detailnya
Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Lebih Tinggi Dibanding Pertumbuhan Ekonomi Global
Utang Pemerintah Tembus Rp 6.527,29 Triliun per April 2021
Dipecat Erick Thohir, Bos Garuda Jabat Komisaris di 6 Perusahaan