sumber foto liputan6.com Bank Indonesia (BI) berkomitmen mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level rendah, yakni sebesar 3,50 persen. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, kenaikan suku bunga acuan baru terjadi apabila sudah ada tanda-tanda inflasi secara fundamental.
Dilansir dari laman liputan6.com. "Suku bunga BI rate 3,5 persen kami akan tetap jaga rendah, sampai dengan tanda-tanda inflasi secara fundamental itu muncul," katanya dalam Seminar on Strategic Issue in G20: Exit Strategy and Scarring Effect di Jakarta, Kamis (17/2).
Perry menyampaikan, keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level rendah ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
Bauran Kebijakan
Ke depan, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut. "Kami tetap berkomitmen mendukung pemulihan ekonomi domestik dan stabilitas Rupiah," tutupnya. (RF)
Harga Emas Antam Lebih Mahal Rp 3.000/Gram Hari Ini
Harga Emas Sentuh Rekor Lagi, Dijual Rp 783.000/Gram
Harga Emas Antam Senin 8 Agustus 2022 Turun Rp2.000 per Gram
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 1 September 2020
Harga Spot Emas Turun, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 616.000
Pantauan BI: Permintaan Lesu, Inflasi Ramadan 2020 Hanya 0,09 Persen