sumber foto liputan6.com Bank Indonesia (BI) berkomitmen mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level rendah, yakni sebesar 3,50 persen. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, kenaikan suku bunga acuan baru terjadi apabila sudah ada tanda-tanda inflasi secara fundamental.
Dilansir dari laman liputan6.com. "Suku bunga BI rate 3,5 persen kami akan tetap jaga rendah, sampai dengan tanda-tanda inflasi secara fundamental itu muncul," katanya dalam Seminar on Strategic Issue in G20: Exit Strategy and Scarring Effect di Jakarta, Kamis (17/2).
Perry menyampaikan, keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level rendah ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat.
Bauran Kebijakan
Ke depan, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut. "Kami tetap berkomitmen mendukung pemulihan ekonomi domestik dan stabilitas Rupiah," tutupnya. (RF)
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 4.000/Gram
Indonesia Jelang Resesi, Begini 4 Faktanya
APBN 2016 Siap Dirombak Akibat Harga Minyak Anjlok dan Rupiah Menguat
Pelemahan Indeks Dolar AS Angkat Harga Minyak ke US$93,52
BRI Rilis Obligasi Rp5 Triliun, Ini Kupon yang Ditawarkan
Emas Antam Dijual Rp 706.000