(foto: int) Menjaga berat badan agar tidak berlebihan memang penting. Namun ada yang lebih penting, yakni menjaga komposisi massa otot tetap ideal? Kalau terlalu kurus bagaimana?
Ternyata, terlalu kurus juga banyak risikonya. Belakangan, berat badan maupun indeks massa tubuh (IMT) makin ditinggalkan karena tidak memperhitungkan komposisi massa lemak dan otot. Padahal banyak orang memiliki berat badan serta IMT yang tinggi, namun tetap sehat karena komposisi ototnya lebih dominan dibanding massa lemak.
Massa otot memegang peran yang sangat penting dalam menjaga kebugaran. Kekuatan untuk melakukan aktivitas fisik berasal dari kerja otot. Jika ototnya sedikit, kekuatan berkurang dan rangka tubuh akan menahan beban ekstra karena tidak ada yang menyangganya. “Terutama kalau sudah tua, otot sangat penting. Jadi jangan terlalu kurus,” kata dr Zaini K Saragih, SpKO dari Royal Sports Medicine Center saat ditemui baru-baru ini seperti dilansir detik.com.
Mumpung masih muda, otot harus dilatih agar berkembang. Kalau sudah tua, menambah massa otot itu jauh lebih sulit daripada membakar lemak. Kata Zaini, sama halnya dengan massa otot, massa lemak bagaimanapun tetap dibutuhkan meski memang harus dijaga agar tidak berlebihan. Khususnya bagi perempuan, massa lemak memegang peran penting dalam regulasi hormon. “Lemak terlalu sedikit bisa menyebabkan tidak menstruasi,” sebut dr Zaini.
Dikutip dari WebMD, The American Council on Exercise menyebut persentase lemak ideal adalah 21-24 persen pada perempuan dan 14-17 persen pada laki-laki. Persentase lemak dikatakan berlebihan jika melebihi 32 persen pada perempuan dan 26 pada laki-laki.(*)
Parl-3180
4 Manfaat Jeruk Nipis yang Perlu Kamu Tahu
17 Penyebab Kadar Oksigen dalam Darah Rendah, Tak Hanya Covid-19
Hati-hati, Ini Risikonya Kalau Berlebihan Pakai Hand Sanitizer
OTG Baru Ketahuan Terinfeksi Covid-19 kalau Jalani Swab Test
13 Makanan Tinggi Potasium yang Harus Dihindari Penderita Gagal Ginjal
6 Penyakit yang Bisa Timbul Akibat Sering Menahan Kencing