Hingga kuartal I-2016, total kredit yang disalurkan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) adalah Rp 373,7 triliun. Jumlah ini tumbuh 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kredit macet mengalami kenaikan.
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaadmadja, memaparkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) BCA naik menjadi 1,1% di akhir kuartal I-2016, dari posisi sebelumnya 0,7%. Ini karena naiknya kredit macet.
"Iya betul (NLPL) dari yang lalu 0,7% naik jadi 1,1%. Kenaikan itu pertama disebabkan nasabah korporasi Rp 500-an miliar menjadi macet. Ini saja kontribusinya 0,2%," kata Jahja Setiaadmadja saat paparan kinerja BCA di Jakarta, Rabu (27/4/2016) seperti dilansir detik.com.
Jahja mengatakan, total kredit BCA memang naik di kuartal I-2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun bila dibandingkan akhir Desember, ada penurunan.
"Total kredit kita dari Maret tahun lalu sama tahun ini memang naik 11,4%. Tapi kalau dari Desember itu turun Rp 14 triliun mungkin 3,4% turunnya, di samping kita akui penurunan kualitas SME (Small and Medium Enterprises) dampak tahun lalu belum berakhir, tapi yang signifikan sekali dari nasabah korporasi," lanjut Jahja.
Bila kuartal I-2016 dibandingkan kuartal I-2015, total kredit korporasi BCA tumbuh 18,5% menjadi Rp 129,4 triliun. Untuk total kredit komersial serta UKM naik 5,9% menjadi Rp 142,3 triliun.
Sementara itu, total kredit konsumer BCA tumbuh 10,9% menjadi Rp 102,1 triliun yang didukung oleh kenaikan di semua produk. Kredit kepemilikan rumah (KPR) naik 9,3% menjadi Rp 59,9 triliunm dan kredit kendaraan bermotor meningkat 13,8% menjadi Rp 32,7 triliun.(*)
Parl-3180
Kuartal II/2018, BCA Syariah Pacu Pembiayaan Modal Kerja
IHSG Ditutup Melemah ke 6.433
Melejit Rp17.000! Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 9 Maret 2022
Harga Emas Hari Ini 10 Februari di Makassar, Anjlok ke Rp 1.026.000 Per Gram
Pilkada Bakal Dongkrak Ekonomi Indonesia di Akhir Tahun
Ekonomi Indonesia Harus Tumbuh Positif di Kuartal III agar Lepas dari Jerat Resesi