sumber foto cnnindonesia.com Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan kuota bahan bakar minyak (BBM) pertalite dan solar akan habis sebelum akhir tahun bila kuotanya tak dibatasi. Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan kuota BBM subsidi dalam APBN 2022 terdiri dari solar sebanyak 15,1 juta kiloliter (kl) dan pertalite sebanyak 23,05 juta kl.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. Dari total kuota tersebut sudah terealisasi lebih dari 50 persen hingga akhir Juni 2022. Solar telah terealisasi 51,24 persen dan pertalite terealisasi 57,67 persen atau sebanyak 13,26 juta kl.
Menurutnya, konsumsi rata-rata harian dan juga bulanan BBM subsidi sudah melebihi kuota yang ditetapkan. Kelebihannya bahkan mencapai sekitar 10 persen dari yang ditargetkan. Oleh karenanya, ia menilai jika pembatasan adalah suatu keharusan yang perlu dilakukan. Jika tidak maka kuota yang diberikan untuk solar bisa habis sekitar Oktober atau November.
Begitu juga dengan pertalite yang jika tidak dibatasi maka realisasi hingga akhir tahun bisa melebihi target kuota yang ditetapkan pemerintah. Terlebih, ia melihat bahwa peningkatan konsumsi pertalite naik sejak awal tahun ini. "Perlu pengendalian konsumsi (solar dan pertalite) kepada yang berhak menerima," ujarnya. (RF)
Jokowi Gratiskan Vaksin Covid untuk Seluruh Rakyat Indonesia
Menko Airlangga Buka-bukaan Alasan Dasar Lahirnya UU Cipta Kerja
Kapasitas Testing Covid-19 di Indonesia Dekati Standar WHO
Kasus Corona Juni Tertinggi, Lampaui Akumulasi Maret-Mei
PPKM Dilonggarkan, Positivity Rate Covid-19 RI Langsung Naik!
Pendaftaran ASN PPPK Guru 2022 Resmi Dibuka Hari Ini