sumber foto cnnindonesia.com Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.852 per dolar AS pada Selasa (9/8) sore. Posisi ini menguat 23,5 poin atau 0,16 persen dari perdagangan sebelumnya. Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.915 per dolar AS.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. Mayoritas mata uang di Asia juga bervariasi terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea Selatan melemah 0,15 persen, dan baht Thailand menguat 0,57 persen. Kemudian, peso Filipina melemah 0,15 persen, ringgit Malaysia menguat 0,02 persen, dan yen Jepang melemah 0,01 persen.
Begitu juga dengan mata uang di negara maju bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,14 persen, dolar Kanada melemah 0,09 persen, dan franc Swiss menguat 0,15 persen. Kemudian, dolar Australia melemah 0,19 dan poundsterling Inggris menguat 0,02 persen. Senior Analyst DC Futures Lukman Leong mengatakan rupiah secara fundamental masih bisa menguat ditopang data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, termasuk data retail Juni 2022 yang naik 4,1 persen.
"Penguatan rupiah masih bisa berlanjut, namun besok menjelang pengumuman data inflasi AS, saya melihat rupiah akan datar dengan kemungkinan menguat terbatas," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com. Ia memperkirakan rupiah bergerak pada minggu depan di rentang Rp14.800 hingga Rp14.930 per dolar AS. (RF)
Kecamatan se-Riau Akan Dapat Bantuan Dana Rp 100 Juta, Totalnya Rp 16,6 Milyar, Difokuskan Untuk Pem
Rugi, Rute Internasional Garuda Indonesia Ditutup
Harga Emas Antam Naik Rp 10.000 per Gram, Berikut Daftarnya per 4 Oktober 2022
Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 ke Rp 707.000/Gram
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 14 April 2021, Emas Antam Turun
Harga Emas Antam Macet di Rp941 Ribu per Gram Pagi Ini