sumber foto cnnindonesia.com Harga minyak naik di tengah optimisme pasar terhadap rekor ekspor minyak mentah AS dan meredanya kekhawatiran resesi ekonomi global. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik 1,3 persen menjadi US$89,08 per barel di New York Mercantile Exchange. Serupa, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember juga meningkat 1,3 persen menjadi US$96,96 per barel di London ICE Futures. Mengutip Antara, Jumat (28/10), harga minyak mendaki selama tiga sesi berturut-turut ini dikarenakan data makroekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 2,6 persen pada kuartal ketiga tahun ini, setelah dua kuartal terakhir mengalami kontraksi.
dilansir dari laman cnnindonesia.com. Raihan tersebut menjauhkan AS dari ancaman resesi ekonomi yang tadinya diperkirakan lebih cepat terjadi pada akhir tahun ini. Ekonom yang disurvei The Wall Street Journal juga sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS mentok di level 2,3 persen. Kenyataannya, PDB AS tumbuh di atas itu. Nilai tukar dolar AS yang lebih lemah juga mendukung kenaikan harga minyak. Indeks dolar masih turun 1,3 persen pada pekan ini, meski tercatat menguat 0,81 persen terhadap enam mata uang utama lainnya. Kemudian, ekspor minyak mentah AS mencetak rekor yang menandai harapan permintaan pasar pulih. "Harga minyak mentah reli setelah ekonomi AS bangkit pada kuartal ketiga ini," ujar Edward Moya, Analis Pasar Senior Oanda. Namun demikian, kenaikan harga minyak dibatasi oleh masih ada kekhawatiran perlambatan ekonomi. Termasuk juga, permintaan China yang landai karena kebijakan zero covid-19 negeri tirai bambu.(iv)
OJK Perpanjang Relaksasi untuk Industri Keuangan Non-Bank hingga 17 April 2023, Ini Rinciannya
Mulai Januari 2021, Bea Meterai Jadi Rp10 Ribu
Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$134 Miliar per November 2022
Harga Emas Antam Tetap di Rp 774 Ribu per Gram
Harga Emas Antam Macet di Rp941 Ribu per Gram Pagi Ini
Bank Dunia Gelontorkan Rp11,6 Triliun untuk Reformasi Investasi RI