sumber foto cnbcindonesia.com Pemerintah mulai mencanangkan penggunaan minyak makan merah sebagai olahan dari kelapa sawit selain minyak goreng yang telah digunakan selama ini. Minyak makan merah diperkirakan mulai bisa diproduksi dan diluncurlan mulai Januari 2023. Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi mengungkapkan saat ini ada sekitar tujuh pilot project untuk mengolah minyak makan merah. Dia menyebut ada 3 pilot project yang dikembangkan di Sumatera Utara, dan 4 dikembangkan secara mandiri di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.
Dilansir dari laman cnbcindonesia.com. "Kami sudah siap membantu untuk groundbreaking, kemudian akan dilanjutkan pembangunan instalasi yang diharapkan produksinya dimulai dan launching di Januari 2023," ujar Ahmad dalam Special Dialogue 'Menakar Urgensi Minyak Makan Merah', Kamis (27/10/2022). Perkembangannya saat ini kita sudah siap untuk groundberaking kemudian Insyaallah akan dilanjutkan pembangunan instalasi yang diharapkan produksinya dimulai dan di launching Januari 2023.
Dia menegaskan produksi minyak makan merah sudah disiapkan secara matang baik dari kesiapan lahan dan infrastruktur. "Bahkan SNI MMM sudah dikeluarkan oleh BSN. Sehingga dari sisi dukungan ekosistem yang saat ini cukup siap. Dukungan pembiayaan juga relatif kuat dimana BPDPKS akan mendukung dari sisi untuk modal investasinya kemudian untuk modal kerjanya akan kami plan dari LPDB KUKM. Untuk petaninya dari skema KUR klaster," jelasnya.
(iv)
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 14 April 2021, Emas Antam Turun
Jangan Panik Masker Mahal, Ada yang Rp 2.000
Dolar Bisa Turun ke Rp 12.000
11 Perusahaan Malaysia Minat Tanam Modal di Ibu Kota Baru
Dolar AS Kini 25 Poin dari Rp 14.000
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 25 April 2022, Investasi Pakai THR?