sumber foto cnnindonesia.com Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.618 per dolar AS pada Selasa (6/12) ini. Mata uang Garuda melemah 155 poin atau minus 1 persen dari perdagangan sebelumnya. Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah melemah ke posisi Rp15.576 per dolar AS pada perdagangan sore ini.
dilansir dari laman cnnindonesia.com. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak di zona merah. Tercatat yen Jepang minus 0,05 persen, yuan China melemah 0,43 persen, ringgit Malaysia turun 0,51 persen, lira Turki turun 0,02 persen, won Korea Selatan melemah 2,09 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,06 persen. Sedangkan dolar Singapura tumbuh 0,13 persen dan peso Filipina naik 0,10 persen. Sementara, mata uang negara maju mayoritas menguat. Poundsterling Inggris menguat 0,24 persen, euro Eropa plus 0,17 persen, dolar Kanada plus 0,03 persen, sedangkan dolar Australia menguat 0,44 persen.
Senior Analis DCFX Lukman Leong mengatakan rupiah cenderung masih tertekan oleh rebound atau pembalikan arah pergerakan dolar AS. "Sepekan ini dolar AS diperkirakan masih akan rebound setelah dua data ekonomi penting, yakni data tenaga kerja NFP dan data ISM servis yang kuat," jelasnya kepada CNNINdonesia.com. Selain itu, rupiah juga masih menunggu rilis data cadangan devisa besok yang diperkirakan kembali menurun.
(iv)
Naik Rp 1.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 915 ribu per Gram
Sri Mulyani: Tanpa Vaksin, Mustahil Ada Pemulihan Ekonomi
Ini Rincian Investasi Pemerintah Untuk Pemulihan Ekonomi
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 4 Agustus 2022, Naik Rp5.000
Ekspor Indonesia ke AS Capai US$1,48 Miliar Berkat GSP
Seharian Negatif, IHSG Ditutup Merah di 6.351