sumber foto merdeka.com Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra memproyeksikan bisa mengoperasikan 70 pesawat di tahun depan. Komposisi ini didapat dari jumlah restorasi pesawat dan tambahan sewa pesawat. Optimisme ini muncul setelah pemerintah resmi menyuntikkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 7,5 triliun ke kas maskapai berkode saham GIAA tersebut. Dana ini memang digunakan untuk restorasi pesawat dan sewa pesawat baru.
Dilansir dari laman merdeka.com. Secara total, Irfan memproyeksikan mampu mengoperasikan sekitar 70 pesawat. Hal ini mengacu pada kinerja perusahaan ke depannya, sehingga ada kemungkinan penambahan pesawat bisa lebih banyak dari rencana. Rencana penambahan pesawat bukan tanpa alasan. Irfan melihat adanya peningkatan kapasitas yang terjadi di beberapa rute domestik. Mengingat, geliat pariwisata dan pergerakan masyarakat yang semakin pulih.
"Dalam rencana bisnis kami, kita lihat narrow body untuk kebutuhan domestik kurang. Sekarang kelihatan juga kan," ujarnya. Meski demikian, Irfan tak berbicara banyak soal jenis pesawat baru yang akan diambil maskapai. Namun, dia memastikan pesawat itu masih tetap pesawat sewa. "Kita berharap kalau bisa Boeing 737 NG, tidak menutup kemungkinan Airbus 320 untuk rute domestik," sambungnya.
Dia juga memastikan kalau proses sewa pesawat yang dilakukan akan sesuai ketentuan. Lessor yang dipilih, menurutnya adalah lessor yang selama ini sudah bekerja sama dengan Garuda Indonesia. "Yang sudah masuk ketertarikan lessor yang selama ini kerja sama dengan kita. Karena memang ada referensi lah," pungkasnya.
(iv)
HMOK Kumpulkan Koin Suap untuk Kapolda, Kejati dan Kejagung
IHSG Terperosok ke 6.384
Harga Emas 24 Karat Pegadaian Hari Ini, Jumat 30 Oktober
Harga Minyak Mentah Hari Ini Turun Tipis Jadi USD 99,37 per Barel
Berapa Harga Emas Pegadaian Dijual pada 17 Desember 2021?
Ditekan Rupiah, Dolar AS Masih Anteng di Level Rp 14.170