sumber foto merdeka.com Perusahaan besar asal Amerika Serikat (AS) kembali melakukan pemangkasan tenaga kerja. Kali ini, giliran perusahaan media News Corp akan melakukan pemangkasan terhadap 1.250 pekerja atau sekitar 5 persen dari tenaga kerjanya. Hal itu terjadi disebabkan setelah mereka gagal mencapai perkiraan Wall Street triwulan untuk keuntungan dan pendapatan. Perusahaan merugi karena penurunan di seluruh bisnisnya, termasuk berita.
Dilansir ari laman merdeka.com. Perusahaan juga mengatakan telah mengeluarkan USD 6 juta dalam biaya satu kali yang terkait dengan rencananya untuk bergabung dengan Fox Corp , yang dibatalkan oleh Rupert Murdoch, ketua eksekutif News Corp dan wakil ketua Fox, pada bulan Januari lalu. Kemerosotan belanja iklan oleh bisnis yang terkena dampak kenaikan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi telah merusak salah satu sumber pendapatan utama bagi perusahaan seperti News Corp (NWS), yang menerbitkan Wall Street Journal.
"Lonjakan suku bunga dan inflasi akut berdampak nyata pada semua bisnis kami," kata Chief Executive Robert Thomson, dikutip dari CNN, Selasa (14/2). Saham perusahaan turun hampir 3 persen dalam perdagangan diperpanjang Kamis. Untuk mengatasi perlambatan, Thomson mengatakan ada sejumlah inisiatif yang sedang dilakukan, termasuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).PHK akan dilakukan di semua bisnis dan menghasilkan penghematan tahunan minimal USD 130 juta.
(iv)
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Kamis 14 Juli 2022, Masih Turun!
Kartu Prakerja Diusulkan Jadi BLT Murni
Turun Rp 2.000, Harga Emas Antam Dipatok Rp 707.000/Gram
Menghitung Hari ke Resesi Dunia, Cek Harga Emas di Pegadaian
Bank Dunia Ajak RI Ikut Program Ini Biar Ekonomi Lari Kencang
Wah! Robot Bakal Bikin 200.000 Lowongan Kerja di Bank Punah