sumber foto merdeka.com Kementerian Perdagangan mengimpor gula, daging, beras, bawang putih, kedelai hingga DOC broiler untuk daging ayam guna memenuhi kebutuhan bahan pokok selama periode bulan puasa dan Lebaran 2023. Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Kasan mengatakan, telah mendapat surat Persetujuan Impor untuk beberapa komoditas dalam rangka menjaga ketersediaan di dalam negeri khususnya menjelang periode Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Puasa dan Lebaran 2023
Dilansir dari laman merdeka.com. "Beberapa komoditas dipasok dari impor seperti gula, daging, beras, bawang putih, kedelai dan DOC broiler untuk daging ayam, di mana saat ini telah diterbitkan Persetujuan Impor untuk beberapa komoditas," kata Kasan dikutip Antara, Rabu (22/2). Kasan menyampaikan Kemendag terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempercepat pemasukan, produksi dan distribusi komoditas yang diimpor. Saat ini kondisi barang kebutuhan pokok relatif aman, baik dari segi harga maupun pasokannya.
Namun demikian, pemerintah tetap terus melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga pasokan bahan pokok ke masyarakat tetap terjaga. "Termasuk melakukan pengadaan dari luar negeri dalam rangka menjaga ketersediaan di dalam negeri khususnya menjelang periode HBKN Puasa dan Lebaran 2023 di mana pada periode tersebut biasanya terjadi kenaikan permintaan," ujarnya. Kementerian BUMN melalui Holding BUMN Pangan atau ID FOOD akan mengimpor gula sebesar 237.575 ton dan 100 ribu ton daging sapi. Sedangkan Bulog pada akhir Februari mendatangkan beras impor dari Thailand sebanyak 13.500 ton, sehingga jika ditotal dengan stok yang tersedia di gudang Bulog saat ini jumlahnya sekitar 20.000 ton
(iv)
Debirokratisasi Regulasi, Jokowi Ingin Tiru AS
Polsek Ujungbatu Gerebek Warung Dijadikan Tempat Judi Dadu
Pembelian Pertalite Pakai Aplikasi MyPertamina Sisakan Sejumlah PR, Apa Bisa?
Harga Emas Antam Selasa, 2 November 2021: Naik Drastis Rp 6.000, Jadi Rp 930.000 per Gram
Octobest 10.10, Garuda Indonesia Kasih Diskon 15 Persen
Potensi Ekonomi Maritim RI Diperkirakan Capai Rp 1,33 Triliun Per Tahun