(foto: detik.com)
Menkum HAM, Yasonna memberi remisi ke napi koruptor, antara lain Nazaruddin dan Gayus Tambunan. Alasan pemberian remisi ini karena Lapas penuh.
Alasan yang disampaikan Lapas penuh, dinilai mengada-ngada. Pegiat antikorupsi Emerson Yuntho menyarankan Yasonna membaca baik-baik data jumlah napi koruptor di Lapas. Dari data Kemenkum HAM sendiri, hingga Juli tahun ini, hanya 4.907. Angka napi korupsi ini amat rendah dibandingkan napi kasus narkoba yang mencapai 77 ribu.
Jadi bila disampaikan memang over kapasitas, ya memang benar. Tetapi harus dicatat napi narkoba yang luar biasa banyak. Napi korupsi tak memakan banyak kapasitas Lapas. "Tahukah anda bahwa jumlah napi korupsi hanya 1,92 % dari total napi diseluruh Indonesia. So, apakah kebijakan kemudahan remisi untuk koruptor akan mengurangi kelebihan kapasitas di penjara? Hallllooo Pak Menteri," sindir Emerson, Kamis (18/8/2016) dilansir detik.com.(*)
Parl-3180
Ingin Punya Saham Traveloka? Tunggu Tanggal Mainnya
Gempa M 3,9 Kembali Guncang Lombok Timur NTB
Jokowi: Vaksin Sudah Ada, Tinggal Mulai Kapan
Mulai Besok, Tilang Elektronik Sudah Berlaku Termasuk di Pekanbaru, Berikut Daftar Pelanggaran yang
Ini 5 Rumah Sakit yang Terapkan Kelas Standar BPJS Kesehatan
Pak Jokowi, Tol Pekanbaru-Bangkinang dan Tol Bengkulu-Taba Penanjung Siap Diresmikan