sumber photo detik.com
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka positif pagi ini. Pasca pengumuman pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dini hari tadi, IHSG dibuka menguat 33,57 poin (0,57%) ke 5.940,693 pagi ini.
Adapun pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024.
Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau turun ke level Rp 14.435. Sebelumnya pada Senin (20/1) pagi kemarin, dolar AS berada di level Rp 14.450.
Pada pra perdagangan, IHSG menguat 18,29 poin (0,31%) ke 5.925,417. Kemudian indeks LQ45 menguat 4,79 poin (0,52%) ke 921,992.
Membuka perdagangan Selasa (21/5/2019), IHSG melanjutkan penguatan 33,57 poin (0,57%) ke 5.940,693. Indeks LQ45 bertambah 7,35 poin (0,8%) ke 924,551.
Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG naik 24,27 poin (0,41%) ke 5.931. Indeks LQ45 bertambah 4,13 poin (0,45%) ke 921,335.
Sementara itu, bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 25,679.90 (-0.33%), NASDAQ ditutup 7,702.38 (-1.46%), S&P 500 ditutup 2,840.23 (-0.67%).
Bursa Wall Street ditutup melemah diakibatkan tekanan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap raksasa teknologi China, Huawei, ikut menekan sektor teknologi. Induk Google, Alphabet, telah menghentikan sementara kegiatan bisnis yang melibatkan alih perangkat keras, piranti lunak, dan layanan teknis lainnya dengan Huawei. Keputusan ini diambil setelah pemerintahan presiden AS Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam yang berarti perusahaan AS harus mendapat izin sebelum berbisnis dengannya, dikutip dari laman detik.com.
Perdagangan bursa saham Asia sendiri mayoritas bergerak merah pagi ini. Berikut pergerakannya:
(wili)
Jokowi Bangga Ekonomi RI Positif: Kalau Tidak Nomor Satu ya Dua dari Negara G20
Inflasi & Brexit Bakal Setir Gerak IHSG Hari Ini
Dolar AS Loyo ke Rp 14.364 Jelang Libur Lebaran
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 2 November 2020
Rupiah Lunglai ke Rp14.370 Susul Pelemahan Harga Minyak Dunia
Jokowi Cemas, Ekonomi RI di Kuartal II Terancam Minus