sumber foto bisnis.com Sektor manufaktur zona euro dilaporkan tetap terjebak dalam kondisi yang suram pada Oktober, sehingga meningkatkan tekanan pada pemerintah-pemerintah di kawasan ini untuk menambah stimulus fiskal.
Dikutip dari laman bisnis.com, indeks manajer pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) manufaktur IHS Markit untuk zona euro naik tipis menjadi 45,9 Oktober dari 45,7 pada bulan sebelumnya.
Meski mampu mencatat sedikit kenaikan dan mengalahkan estimasi, perolehan tersebut tetap menunjukkan kontraksi atau di bawah batas level 50 yang memisahkan dengan ekspansi.
Jerman terus menjadi sumber utama pelemahan manufaktur di kawasan yang terdiri atas 19 negara ini. Selain Jerman, pelemahan juga dialami oleh Italia, Spanyol, dan Austria.
“Sektor penghasil barang-barang berada pada jalur untuk berlaku sebagai hambatan besar kembali terhadap PDB pada kuartal keempat,” ujar Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di IHS Markit.
“Kekhawatiran geopolitik, mulai dari Brexit hingga kebijakan perdagangan AS, terus menciptakan ketidakpastian,” tambahnya.
Jumlah pekerjaan turun dengan laju tercepat sejak awal 2013, sebuah tren yang disebut IHS Markit "sangat mengkhawatirkan" karena meningkatkan risiko penurunan yang meluas ke sektor rumah tangga.
Pesanan-pesanan baru yang masuk (incoming order) pun turun tajam seiring dengan lemahnya permintaan di pasar domestik dan internasional.
Sementara itu, tingkat kepegawaian mencatat penurunan terbesar di Jerman. Pemerintah negara ini semakin mendapat tekanan internasional dari lembaga-lembaga seperti Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional untuk meningkatkan pengeluaran dengan paket stimulus fiskal.
Saat mengakhiri masa jabatannya pekan lalu,Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menyerukan dukungan fiskal dari pemerintah negara-negara kawasan euro. Penggantinya, Christine Lagarde, diperkirakan akan melanjutkan upaya tersebut.
Pada September, ECB meluncurkan paket stimulus moneter baru yang kontensius sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali pertumbuhan dan inflasi. (GA)
Bank BRI Salurkan Kredit Rp1.139 Triliun
Tahun Depan 1.000 PNS Bappenas Tak Perlu Kerja di Kantor
Bunga Cicilan Bank-Leasing Dibayar Negara & Kabar dari Pasar
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini Turun, Jumat 8 Oktober 2021, Cek Daftarnya
Iuran BPJS Kesehatan Turun Besok, 1 Mei 2020
Rupiah Menguat ke 14.887,5 per USD, Analis: Pasar Apresiasi Kenaikan Harga BBM