sumber foto kompas.com Selama beberapa tahun belakangan ini, sudah ada beberapa pabrikan otomotif yang pamit mundur alias tidak lagi melakukan aktivitas penjualan di Indonesia. Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) menyebutkan bahwa situasi ini disebabkan oleh beberapa hal.
Dikutip dari laman kompas.com, Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, mengatakan, pasar otomotif di Indonesia ada sedikit penurunan dan persaingannya juga cukup ketat.
"Sehingga, salah satu yang harus dilakukan oleh industri otomotif untuk meningkatkan volumenya adalah lewat ekspor. Itulah kenapa Kementerian Perindustrian mendorong ekspor dan pemerintah juga melakukan upaya-upaya untuk mendorong ekspor tersebut," ujar Putu Juli, di sela-sela diskusi bertajuk Economic Outlook: Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0", yang digelar oleh IDX Channel, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Putu Juli menambahkan, langkah tersebut dapat meningkatkan volume dan juga meningkatkan skala ekonomi. Dengan melakukan ekspor, menurut Juli, nantinya Indonesia juga akan bisa berdaya saing.
Selain dari ketatnya persaingan di pasar, penyebab lainnya diyakini karena adanya kenaikan UMK (Upah Minimum Kapbupaten/Kota). Sebab, UMK juga merupakan bagian dari cost atau beban pengeluaran perusahaan. "Di otomotif, nilai tambahnya cukup besar. Tapi, sebenarnya yang berdampak besar itu justru di industri komponennya," kata Putu Juli. (GA)
Mobil Baru Honda Meluncur 20 April 2022, Honda ZR-V?
Begini Cara Daftar Kartu Pra Kerja di Prakerja.go.id
3 Laptop Terbaru Lenovo Pakai AMD Ryzer 5000, Cek Spesifikasi dan Harganya
Menjajal Toyota Raize 1.0L Turbo Mengarungi Ibu Kota
Penjualan Mobil di November Naik Signifikan, Toyota Kuasai 36 Persen
Teknologi OPPO Reno6 5G, Dukung Masyarakat Siap Back to Work