Sumber foto liputan6.com Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta pemerintah segera melakukan tes Covid-19 secara masal, guna mengetahui keterpaparan sesungguhnya yang ada di masyarakat.
Dilansir dari laman liputan6.com, “sebab data resmi yang disampaikan pemerintah patut diduga tidak mencerminkan data lapangan yang sesungguhnya. Diperlukan transparansi data terkait hal ini,” kata Tulus kepada Liputan6.com, Kamis (19/3/2020).
Ironisnya masyarakat yang berinisiatif melakukan tes mandiri di rumah sakit juga mengalami kesulitan, karena antrian yang sangat panjang. Dalam suasana tanggap darurat ini, managemen rumah sakit swasta harus dibawah kendali pemerintah.
Menurutnya, hal ini juga dilakukan di negara lain, khususnya di Itali. Dikarenakan kapasitas rumah sakit milik pemerintah sudah tidak mampu lagi menampung luapan jumlah pasien Covid-19, dan lonjakan masyarakat yang ingin tes mandiri. “Pihak rumah sakit tidak boleh menolak pasien Covid-19, hanya karena pertimbangan bisnis semata. Ini tindakan yang tidak manusiawi,” ujarnya.
Kolaborasi
Dia meminta agar pemerintah melakukan kolaborasi dan sinergisitas dengan perguruan tinggi, sektor swasta dan elemen masyarakat sipil, untuk bekerjasama menghadapi wabah Covid-19 ini.
“Sangat mendesak menjadikan kalangan mahasiswa dari rumpun ilmu kesehatan di seluruh Indonesia, untuk menjadi relawan dan membackup tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan,” jelas dia. Dia menilai hal ini sangat penting bahkan mendesak, mengingat tenaga kesehatan di rumah sakit, termasuk dokter, semakin kewalahan dalam menangani lonjakan pasien Covid-19.
Bahkan, sudah banyak tenaga kesehatan dan dokter yang bertumbangan, akibat ikut terinfeksi Covid-19. Karena tenaganya dieskploitasi dan makin minimnya tenaga kesehatan yang berkualitas dan punya kualifikasi terstandar dalam menangani pekerjaannya, termasuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). “Pemerintah harus menjamin kecukupan stok APD di rumah sakit, demi perlindungan pada tenaga kesehatan dan dokter,” pungkasnya. (GA)
Harga Emas 24 Karat Antam dan UBS di Pegadaian Kompak Turun, Cek Daftarnya!
PLN-Pertamina Ganti Pembangkit BBM ke Gas, Butuh Rp 22 T
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Cetakan Termahal Rp935 Juta
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Kamis 13 Januari 2022, Naik Lagi
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Rabu 23 September 2020
Harga Emas 24 Karat Antam dan UBS di Pegadaian Kompak Turun Hari Ini, Cek Daftarnya!