sumber foto economy.okezone.com Para pengusaha industri meminta kepada pemerintah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi new normal nanti. Sehingga tidak ada lagi saling menyalahkan ketika kebijakan ini tidak berhasil.
Dilansir dari laman economy.okezone.com, Wakil komite tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Achmad Widjaja mengatakan, komunikasi menjadi salah satu masalah yang selalu terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, para pengusaha sering kebingungan dalam membuat rencana kerja.
"Posisi Indonesia ini punya kelemahan antara domain Kementerian selalu bermasalah. Sehingga ini bertanya-tanya dari pengusaha punya kepastiannya tuh di mana," ujarnya dalam live IDX Channel di Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Oleh karena itu lanjut Achmad, peran masing-masing Kementerian harus betul-betul ditegaskan. Sehingga tidak ada lagi kondisi saling menyalahkan. Dirinya meyakini jika koordinasi dijalankan dengan baik, maka new normal akan berjalan mulus.
"Peran pemerintah ini harus betul-betul ditegaskan, kalau tidak kita main nyalah-nyalahin lagi. Posisi itu harus dijaga ketat, kalau peran pemerintah tidak kuat ini tidak akan berjalan baik," jelasnya.
Achmad pun mencontohkan dalam kasus new normal ini perlu ada koordinasi yang kuat antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan. Sebab, tujuan awal dari penerapan new normal ini adalah untuk menggerakkan perekonomian dan mendapatkan pemasukan.
"Kementerian perindustrian kementerian perdagangan harus bisa bergabung dengan Kementerian Keuangan, ini kan Kementerian Keuangan harus ada uang yang masuk," jelasnya. (GA)
6 Toko Giant Bakal Tutup, Pegawai Dihantui PHK
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 25 Februari 2021
Salip Hartono Bersaudara, Miliarder Batubara Ini Jadi Orang Terkaya di Indonesia
Seluruh Sektor Saham Negatif, IHSG Anjlok 1,17% ke 6.398
Dolar AS Masih Betah di Bawah Level Rp 14.000
Ini Rincian Investasi Pemerintah Untuk Pemulihan Ekonomi