sumber foto cnnindonesia.com Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia hingga Jumat (26/6) mencapai 51.427 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 21.333 orang dan 2.683 orang lainnya meninggal dunia.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan terjadi tambahan sebanyak 1.240 kasus positif virus corona sampai pukul 12.00 WIB tadi. Tambahan itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 22.819 spesimen.
"Hari ini bertambah 1.240 kasus," kata Yurianto dalam jumpa pers, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (26/6). Sementara itu, pasien positif yang dinyatakan sembuh bertambah 884 orang. Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 63 orang.
Sehari sebelumnya, Kamis (25/6), jumlah kumulatif kasus positif virus corona tembus 50 ribu sejak pengumuman dua orang positif Covid-19 pada 2 Maret 2020. Kemarin jumlah kasus positif virus corona mencapai 50.187 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 20.449 orang dan 2.620 orang lainnya meninggal dunia.
Kasus positif virus corona paling banyak terdapat di DKI Jakarta, yang mencatat 10.600 kasus. Dari jumlah tersebut, 5.434 di antaranya meninggal dunia dan 608 telah sembuh.
Jawa Timur menyusul dengan 10.545 kasus positif virus corona. Sebanyak 3.236 orang di antaranya sembuh dan 764 orang meninggal dunia. Kasus meninggal dunia di Jatim adalah yang tertinggi se-Indonesia.
Provinsi yang tergolong minim kasus positif virus corona adalah Aceh dengan 66 kasus. Dari jumlah tersebut, 20 orang telah sembuh dan2 orang meninggal dunia. Sulawesi Barat juga termasuk yang sedikit, yakni 106. Diikuti Nusa Tenggara Timur dengan 111 kasus, Jambi 114 kasus, dan Bengkulu 120 kasus.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ancaman virus corona di Indonesia belum berakhir dan masih meningkat di beberapa daerah. Ia pun meminta masyarakat untuk disiplin terkait protokol kesehatan.
Jokowi menyebut pandemi virus corona telah membuat krisis pada bidang kesehatan dan ekonomi. Oleh karena itu, kini pemerintah secara bertahap mulai melonggarkan aktivitas masyarakat guna menggerakan roda ekonomi. (GA)
Eks Menteri Jokowi Ini Sebut Suplemen Covid-19 Ketemu
Pemerintah Alokasikan Rp 3 T buat Diskon PPnBM, Menperin: Hasilnya Memuaskan
Hore, Insentif Motor Listrik Rp7 Juta Bisa Diakses Mulai Maret 2023
Sedikitnya 61 Unit Mobil Dinas Pemprov Riau Nunggak Pajak
Masih Ingat Ulfa, Perempuan Berusia 12 Tahun yang Dinikahi Syekh Puji, Begini Nasibnya Sekarang!
Kemenag Susun Pedoman Protokol Kesehatan Umrah di Masa Covid-19