sumber foto cnnindonesia.com Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyinggung masalah konsolidasi ideologi partai saat memberikan arahan kepada calon kepala daerah yang telah mendapatkan rekomendasi PDIP untuk bertarung di Pilkada Serentak 2020.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, dia mengajak kader PDIP agar senantiasa meyakini bahwa Pancasila adalah jalan kebenaran, sehingga patut untuk selalu dipegang.
"Seperti yang saudara-saudara telah ketahui, Kongres ketiga [PDIP] telah mengamanatkan kepada saya bahwa Pilkada serentak ini yang telah berkali-kali kita lakukan, tetap sebagai konsolidasi partai, konsolidasi ideologi, konsolidasi politik, konsolidasi organisasi, dan konsolidasi kader," kata Megawati saat memberikan arahan kepada calon kepada daerah yang diusung PDIP, Jumat (17/7).
"Apalagi dalam proses konsolidasi ini, konsolidasi ideologi akhir-akhir ini dapat banyak tantangan, tetapi kita harus tetap meyakini kebenaran jalan Pancasila yang telah dan selalu kita tempuh," tambahnya.
Demi memperkuat konsolidasi, Megawati pun memerintahkan kadernya di jajaran pengurus DPP PDIP agar memberikan rekomendasi kepada calon kepala daerah untuk segera mengikuti kegiatan Sekolah Partai. Dia yakin sekolah partai bisa membantu melahirkan sosok pemimpin mumpuni serta mengayomi masyarakat.
"Meskipun ada secara teknis, ada masalah akibat pandemi Covid-19, Sekolah Partai merupakan sebuah keharusan dan bisa dilakukan online. Kita harap [Sekolah Partai] bisa menghasilkan pemimpin mumpuni dan mengayomi rakyat," ucap Megawati.
DPP PDIP baru saja mengumumkan pasangan calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada Serentak 2020. Kali ini, DPP PDIP mengumumkan puluhan pasangan calon sebelum didaftarkan ke KPU.
Mau Jadi PNS Lewat 8 Sekolah Dinas Ini? Cek Ketentuannya!
9 Bulan Sejak Terdeteksi, Total Kasus Corona Global Lampaui 30 Juta
Indonesia-Malaysia Sepakati Tapal Batas di Kaltara dan Kalbar
Ramalan Zodiak Hari Ini: Cancer Hati-hati Bergaul, Asmara Leo Makin Mesra
Kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan Dihapus di 2022, Begini Nasib Iuran Peserta
Cara Blokir Konten di YouTube agar Anak-anak Tak Lihat