sumber foto market.bisnis.com Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada Rabu (19/8/2020) meningkat dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Dilansir dari laman market.bisnis.com, berdasarkan data dari laman resmi Pegadaian, harga emas cetakan Antam ukuran terkecil 0,5 gram dibanderol Rp576.000 pada Rabu, meningkat Rp6.000 dari Selasa (18/8/2020). Sementara itu, emas cetakan UBS juga naik Rp5.000 menjadi Rp564.000.
Selanjutnya, harga emas cetakan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp1.094.000, meningkat Rp10.000. Harga emas cetakan UBS dalam ukuran yang sama dipatok pada harga Rp1.068.000, naik Rp11.000.
Sementara itu, untuk ukuran 5 gram, harga emas batangan 24 karat cetakan Antam dan UBS dihargai masing-masing Rp5.336.000 dan Rp5.320.000. Adapun, emas batangan ukuran 10 gram cetakan Antam dihargai Rp10.626.000 dan UBS seharga Rp10.432.000.
Pegadaian menyediakan emas batangan cetakan Antam maksimal dengan ukuran 100 gram. Emas ukuran itu bisa ditebus dengan banderol Rp103.511.000 serta Rp103.051.000 untuk cetakan UBS.
Pegadaian menyediakan emas cetakan UBS hingga ukuran 1.000 gram. Untuk ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1.000 cetakan UBS dengan banderol masing-masing Rp256.625.000, Rp507.947.000, dan Rp1.011.851.000.
|
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 19 Agustus 2020 |
||
|---|---|---|
|
Ukuran (gram) |
Harga Emas Antam |
Harga Emas UBS |
|
0.5 |
Rp 576.000 |
Rp 564.000 |
|
1.0 |
Rp 1.094.000 |
Rp 1.068.000 |
|
2.0 |
Rp 2.147.000 |
Rp 2.126.000 |
|
5.0 |
Rp 5.336.000 |
Rp 5.320.000 |
|
10.0 |
Rp 10.626.000 |
Rp 10.432.000 |
|
25.0 |
Rp 26.548.000 |
Rp 26.230.000 |
|
50.0 |
Rp 51.999.000 |
Rp 51.491.000 |
|
100.0 |
Rp 103.511.000 |
Rp 103.051.000 |
|
250.0 |
Rp 0 |
Rp 256.625.000 |
|
500.0 |
Rp 0 |
Rp 507.947.000 |
|
1000.0 |
Rp 0 |
Rp 1.011.851.000 |
(GA)
Kemiskinan Masih Menjamur di Sekitar Perkebunan Kelapa Sawit
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini 26 Agustus 2020
Biaya Membengkak, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kekurangan Dana
Rupiah Diprediksi Melemah, Tertekan Angka Inflasi Global
BI Rate Turun, Dunia Usaha Akan Bergairah
Harga Minyak Minus, Saatnya Indonesia Impor Sebanyak-banyaknya