sumber foto cnbcindonesia.com Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi hanya bisa terjadi saat vaksin tersedia. Tanpa vaksin, maka ia menilai pemulihan akan berjalan lebih lama dari perkiraan.
Dilansir dari laman cnbcindonesia.com, hal ini disampaikan saat berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dalam sesi 'Finance Track', bersama para menteri keuangan luar dunia.
"Akses vaksin ini penting karena tidak akan ada pemulihan ekonomi di seluruh dunia sampai seluruh negara mendapatkan akses vaksin tersebut," ujarnya dalam pernyataannya yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (23/11/2020).
Lanjutnya, fokus dari pembahasan di dalam finance track adalah mengenai fiskal, moneter, dan kebijakan bersama-sama untuk menangani Covid-19 dan mengendalikan perekonomian.
"Dukungan kebijakan perekonomian dan keuangan terutama di bidang fiskal, moneter, dan regulasi di bidang sektor keuangan perlu dilakukan dan terus dilakukan," kata dia. Artinya, lanjut dia, kebijakan fiskal, moneter, dan regulasi di sektor keuangan harus tetap dijalankan sampai ekonomi betul-betul pilih secara kuat.
Di dalam sesi finance track, Sri Mulyani juga mengatakan, bersama para menteri keuangan dunia, dibahas mengenai pembiayaan dari vaksin Covid-19. Bagaimana lembaga-lembaga multilateral seperti IMF dan Bank Dunia bisa memberikan dukungan pendanaan bagi negara-negara berkembang atau negara miskin, untuk bisa mendapatkan vaksin. (GA)
Realisasi Anggaran PEN Capai Rp 182,39 Triliun hingga 18 Mei 2021
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, Kamis 29 April 2021, Turun Lagi!
Bunga BI Sudah Turun Berkali-kali, Bunga Bank Kapan?
Akibat tak Miliki Kebun, Izin 8 Pabrik kelapa sawit di Pasaman Barat Terancam Dicabut
Harga Emas Batangan 24 Karat di Pegadaian, Jumat 26 Juni 2020
Pulihkan Ekonomi, Jokowi Tak Main-Main dengan Anggaran Covid-19 Rp677 Triliun