sumber foto nasional.sidonews.com Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memprediksi kasus harian Covid-19 masih akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Pasalnya pada bulan Desember ini akan ada perhelatan Pilkada Serentak 2020 dan belum masifnya tes dan tracing.
Dilansir dari laman nasional.sindonews.com, “sudah sangat jelas akan melonjak. Permasalahannya jangankan pasca pilkada, saat ini saja pun kita belum berhasil mendeteksi peningkatan kasus karena minimnya testing dan tracing,” ungkap Dicky, Kamis (3/12/2020).
Dicky menambahkan, indikator memburuknya pandemi Covid-19 di Indonesia mulai terlihat. Seperti halnya tingkat hunian rumah sakit yang mulai penuh dan adanya angka kematian. “Artinya kita kebobolan selama ini dalam mendeteksi dini kasus dan menemukan kasus,”ucapnya.
Indonesia hingga saat ini dinili belum melewati gelombang pertama pandemi secara baik. “Indonesia bersama beberapa negara berpenduduk besar seperti Brazil, India, Meksiko masih mengalami gelombang pertama, yang artinya belum berhasil melandaikan kurvanya (mengendalikan pandeminya),” tukasnya.
Indonesia hingga saat ini dinili belum melewati gelombang pertama pandemi secara baik. “Indonesia bersama beberapa negara berpenduduk besar seperti Brazil, India, Meksiko masih mengalami gelombang pertama, yang artinya belum berhasil melandaikan kurvanya (mengendalikan pandeminya),” tukasnya.
Meskipun libur panjang telah dipangkas, Dicky mengingatkan agar pemerintah dapat melakukan mitigasi dampak dari Pilkada Serentak pada tanggal 9 Desember besok. “Termasuk juga memastikan mitigasi dampak Pilkada,” kata dia. (GA)
Kemnaker Ajak LPTKS & LPPRT Cari Terobosan Tekan Pengangguran
60 Bacalon di Pilkada 2020 Positif Covid-19, KPU Akan Evaluasi
Termasuk Sinovac, Ini Daftar Vaksin COVID-19 yang Telah Direstui WHO
500 Ribu Dosis Vaksin Gotong Royong Tiba di Indonesia
Jelang New Normal, Menaker Harap Perusahaan Rekrut Lagi Pekerja Ter-PHK
Tentukan Awal Puasa 1442 H, Sidang Isbat Digelar Senin Depan