sumber foto nasional.okezone.com Wakil Ketua DPR RI Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin meminta Polri menindak tegas Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda, yang mendeklarasikan kemerdekaan Papua pada Selasa 1 Desember 2020, lalu.
Dilansir dari laman nasional.okezone.com, menurut Azis, apa yang dilakukan Benny Wenda itu merupakan tindakan hasutan dan juga makar yang bisa ditindak sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukup Pidana (KUHP).
"Kepolisian wajib menindak tegas kelompok separatis yang ingin memecah belah NKRI. Lakukan langkah-langkah penegakan hukum. Deklarasi dan juga hasutan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai makar, dan termasuk dalam pemenuhan unsur-unsur dalam pasal 106 jo.160 KUHP," kata Azis kepada wartawan pada Rabu (3/12/2020).
Azis juga menjelaskan, Papua merupakan bagian dari Hindia-Belanda yang juga turut dimerdekakan pada 17 Agustus 1945 silam oleh para founding father dan juga para pejuang. "Sesuai dengan asas uti possidentis juris, Papua adalah bagian dari NKRI," tegas Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.
Karena itu, legislator Dapil Lampung ini berharap, peran aktif dari Pemerintah Daerah dan juga TNI-Kepolisian untuk menjaga situasi di Papua jauh lebih kondusif. "Papua adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari NKRI. Mari sama-sama ciptakan kedamaian di atas Tanah Papua," pungkasnya. (GA)
Disidang Besok, Pelaku Teror Masjid New Zealand Dijerat Total 89 Dakwaan
Per 20 April, Sebanyak 38.822 Napi dan Anak Dibebaskan Cegah Covid-19
Usul Presiden Dipilih MPR Dinilai Ulangi Kegelapan Orba, PAN: Perlu Kajian
Prabowo Diminta Jadi Menteri Jokowi, Ini Respons para Elite Parpol
Berikut Fakta-fakta Soal Abu Rara, si Penusuk Wiranto
Jokowi Lantik Tujuh Anggota Komisi Yudisial