Sumber foto liputan6.com Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menegaskan bahwa kendati kuota bagi guru honorer dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mencapai satu juta formasi, akan tetapi hanya mereka yang lulus saja yang akan diangkat.
Dilansir dari liputan6.com, artinya walaupun kuota satu juta formasi itu tak terpenuhi maka para guru honorer tetap tak akan diangkat jadi tenaga pendidikan PPPK jika mereka tak lulus seleksi. Nadiem meminta supaya para guru memahami hal ini. Ia juga menegaskan bahwa semua guru honorer berhak mengikuti seleksi PPPK ini.
"Jadi mohon itu ditekankan untuk masyarakat untuk mengerti, tatapi perbedaannya semua guru honorer bisa mengikuti tes tersebut, semua akan diberikan keempat," katanya.
Program Prioritas
Nadiem menerangkan kesempatan yang diberikan bagi guru honorer dalam seleksi PPPK bukan hanya sekali, melainkan hingga tiga kali. Dengan mekanisme seperti ini para calon tenaga PPPK memiliki kesempatan lebih banyak buat lolos tes.
"Dan bukan hanya satu kesempatan, sampai dengan tiga kesempatan di tahun depan dan tahun berikutnya," tegas dia. Nadiem menuturkan bahwa PPPK merupakan program prioritas Kemendikbud pada 2021 ini. "Rekrutmen guru PPPK adalah salah satu program terbesar yang akan kita lakukan di tahun depan seperti yang kita sebut kemarin," tandasnya. (GA)
Pemerintah Diminta Audit Perusahaan yang Tak Mampu Bayar Upah dan THR
Cara Kemenag Kembalikan Setoran Lunas Bila Arab Batalkan Haji
Astra Selenggarakan Lomba Foto dan Anugerah Pewarta 2021
Presiden Jokowi Perintahkan Jajarannya Siapkan Regulasi Investasi Data Center
Positif 2.072.867, Sembuh 1.835.061, Meninggal 56.371
Pemerintah Siapkan Tiga Opsi Terkait Pelaksanaan Haji 2020