sumber foto merdeka.com Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan 1.191 paket kontrak tender proyek infrastruktur senilai Rp 14,6 triliun. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, percepatan untuk realisasi anggaran tahun 2021 ini telah dilakukan sejak Oktober 2020 dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.
Dilansir dari laman merdeka.com, "hingga hari ini tanggal 15 Januari telah diselesaikan tendernya sebanyak 1.191 paket senilai Rp 14,6 triliun," kata Basuki dalam Penandatanganan Kontrak Paket Tender/Seleksi Dini Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2021, Jakarta, Jumat (15/1).
Dia merincikan, sebanyak 209 paket senilai Rp 2,1 triliun telah selesai dilakukan kontrak tender pada Desember 2020. Penyelesaian tender ini kata Basuki mengikuti saran dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. "209 paket senilai Rp 2,1 triliun telah selesai tender dan kontrak pada Desember 2020, seperti yang disarankan Ibu Menteri Keuangan," kata dia.
Sementara itu, sebanyak 982 paket senilai Rp 12,5 triliun telah ditandatangani pada 15 Januari 2021. Penandatanganan kontrak tersebut dilaksanakan secara serempak di masing-masing kantor Balai PUPR di 34 provinsi.
Lewat pembayaran uang muka dari kontrak paket yang baru ditandatangani pagi ini, Basuki memperkirakan akan ada penyerapan anggaran PUPR sebesar Rp 14,8 triliun. Penyerapan anggaran tersebut mencapai 9,9 persen dari total pagu anggaran kementerian tahun 2021. "Kami perkiraan penyerapan anggaran PUPR sampai akhir Januari Rp 14,8 triliun atau sebesar 9,9 persen dari total pagu dipa sebesar Rp 149,7 triliun," tandasnya. (GA)
Butuh Rp 60 T untuk Bangun Tol Sumatera 825 Km
Padang Panjang Kebagian Exit Tol, 'Angin Segar’ dari Jalan Tol Trans Sumatra
Padamkan Listrik 1 Jam Setara Berikan Akses Listrik kepada 1 Rumah Daerah Terpencil
Komisi XI Dorong Pemerintah Lanjutkan Proses Pemindahan Ibu Kota
Dua Kecamatan di Bengkalis Krisis Listrik
Kontrak Jalan Tol Padang–Pekanbaru Dirubah