sumber foto finance.detik.com Seorang pengguna Traveloka mengeluhkan catatan kreditnya buruk. Hal ini diketahui ketika dia ingin mengajukan aplikasi kartu kredit namun ditolak bank dengan alasan skor kreditnya macet karena fitur PayLater.
Dilansir dari laman finance.detik.com, padahal dia tak pernah menggunakan fasilitas PayLater yang ada di Traveloka. Akun twitter @Ridu menyebut dia sudah melaporkan masalah ini ke pihak Traveloka. Kemudian pihak Traveloka sudah menanggapi dan menyelesaikan masalah tersebut.
Butuh berapa lama untuk pembersihan skor kredit?
Dari cuitannya tanggal 19 April, Ridu menyampaikan jika Traveloka sudah meminta maaf atas kejadian ini. Kemudian transaksi PayLater menggunakan KTPnya sudah dihapuskan. "Sehingga tagihan tersebut tidak dibebankan lagi. Namun untuk pembaruan data BI Checking (SLIK) dilakukan maksimal 30 hari dari hari ini (tanggal 19/4)," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (21/4/2021).
Selain itu Traveloka juga akan menerbitkan surat keterangan penghapusan tagihan ini kurang lebih 10 hari kerja. Untuk digunakan sebagaimana mestinya sambil menunggu proses pembaruan data SLIK.
Menanggapi hal tersebut Traveloka meminta maaf atas ketidaknyamanan terkait Traveloka PayLater. Head of Corporate Communications, Reza Amirul Juniarshah mengungkapkan ketika ada laporan tersebut pihak Traveloka langsung menjalankan investigasi internal dan pihak terkait.
"Kami juga segera menerbitkan Surat Keterangan Penghapusan Tagihan atas nama pengguna tersebut di PT Caturnusa Sejahtera Finance. Kami juga telah menghubungi pengguna untuk menawarkan solusi kami dan dapat diterima dengan baik oleh beliau," kata Reza kepada detikcom. Untuk menjaga dan meningkatkan produk dan layanan Traveloka PayLater Reza menyebut terus meningkatkan prosedur maupun sistem keamanan yang diterapkan. (GA)
Valentine Day, Harga Emas Pegadaian 14 Februari 2023 Lebih Murah
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Januari 2022, Paling Murah Rp 506.000
Ekonomi Dunia Bisa Minus 4,2%, Sri Mulyani: Resesi yang Sangat Dalam
Tarif Listrik Per kWh Pelanggan Non Subsidi Terbaru 8 Juli 2022
456.103 Tiket Kereta Api Ludes Terjual Saat Libur Imlek 2023
Bos BI Beberkan 5 Persoalan Global Berpotensi Ganggu Pemulihan Ekonomi Indonesia