sumber foto merdeka.com Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kombinasi rebound (kebangkitan) dan recovery (pemulihan) menjadi tantangan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun. Pandemi Covid-19 dinilai masih jadi momok utama penentu pergerakan ekonomi
Dilansir dari laman merdeka.com, "salah satu tantangan kita tahun ini adalah kita bisa mengombinasikan antara rebound dan recovery," ujar Sri Mulyani saat rapat dengan DPR, Jakarta, Senin (30/8).
Rebound memiliki arti ekonomi tumbuh tinggi karena adanya dasar pencapaian yang rendah pada kuartal sebelumnya. Sementara untuk menciptakan ekonomi berkualitas, Indonesia harus mampu rebound sekaligus recovery yaitu motor penggerak perekonomian harus pulih dan lebih baik.
"Rebound bisa saja hanya karena base-nya rendah tapi tidak menjadi translate recovery. Orang bisa rebound tanpa recovery hanya karena pick up base-nya rendah," kata Sri Mulyani.
Dengan demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Direktur itu menegaskan, kombinasi ini harus diwujudkan mengingat adanya kebijakan PPKM. PPKM menyebabkan hampir seluruh aspek pendukung perekonomian lumpuh kembali setelah sempat mengalami perbaikan.
"Kuartal III mengalami koreksi dari berbagai indikator. Kita berharap, mungkin September masih bisa mengejar. Karena Juli kita mengalami PPKM seluruh bulan dan Agustus sampai dua minggu," tandas Sri Mulyani. (GA)
Positivity Rate Harian Covid-19 Tembus Rekor 26,67 Persen
Kemenag Terbitkan 3 Peraturan Menteri Agama Tentang Pesantren
Selama Ramadan, PNS Pulang Pukul 3 Sore
Diskon PPnBM 100 Persen Mobil Murah Diperpanjang
Aturan Baru PPKM, Kini Naik Pesawat Bisa Pakai Tes Antigen
Pipis Sembarangan dari Mobil, Turis di Selandia Baru Didenda Rp 3,3 Juta