sumber foto cnnindonesia.com Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan mayoritas temuan kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Covid Omicron di Indonesia terjadi pada mereka dengan usia 40-49 tahun. Selain itu, mayoritas dari total 68 pasien Omicron yang dirawat juga berjenis kelamin laki-laki. Kasubdit Pelayanan Gawat Darurat Terpadu Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Asral Hasan menambahkan untuk sementara ini kategori usia pasien Omicron di Indonesia yang paling sedikit ditemukan pada anak-anak dan remaja usia 10-19 tahun.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. "Mayoritas kasus berusia 40-49 tahun ada 34 persen, dan mayoritas berjenis laki-laki ada 60 persen," kata Asral dalam acara daring, Kamis (30/12). Asral melanjutkan, 78 persen dari total sementara 68 kasus varian Omicron di Indonesia juga dilaporkan sudah mendapatkan dosis lengkap.
Dengan rincian, 51 orang sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19, 6 orang baru mendapat satu dosis vaksin, 7 orang sama sekali belum menerima vaksin Covid-19, dan 4 lainnya masih dalam konfirmasi. Selain itu, berdasarkan grafik yang ditampilkan Asral terkait platform atau jenis vaksin yang digunakan para pasien, diketahui Sinovac paling banyak 33 persen, disusul Pfizer 30 persen.
Kemudian AstraZeneca 17 persen, Sinopharm 7 persen, Johnson&Johnson 5 persen, Moderna 3 persen, dan lainya 5 persen. "Dan mayoritas kasus Omicron merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri ya," kata dia.
Dengan demikian, per 29 Desember Kemenkes mencatat kasus Omicron di Indonesia menjadi total 68 kasus. Puluhan kasus Omicron di Indonesia itu mayoritas imported case dari 60 WNI pelaku perjalanan luar negeri, 7 WNA, dan satu kasus transmisi lokal di DKI Jakarta.
Mayoritas kasus datang dari pelaku perjalanan internasional negara Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat. Sementara kasus lainnya juga datang dari para pelaku perjalanan negara seperti Jepang, Kenya, Korea Selatan, Malawi, Malaysia, Nigeria, Kongo, Spanyol, Ukraina dan Irlandia. (RF)
Usulan Pengadaan PNS 2019 dari Instansi Ditunggu Paling Telat Juni
Juniver Girsang Akui, Peradi Riau Lebih Baik dari Daerah Lain
Siapa Juara Umum PON 2016?
Jokowi soal Pandemi: Masih Beruntung Tidak Sampai Lockdown
Tak Semua Pemilik NIK Wajib Bayar Pajak, Ini Kriterianya
Daftar Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Apa Saja?