Sumber foto tempo.co Bank Indonesia atau BI memprediksi laju inflasi pada bulan Desember ini akan mencapai 0,6 persen. Hal tersebut didasarkan pada hasil survei pemantauan harga pada minggu kelima bulan ini.
Dilansir dari laman tempo.co. "Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali," kata Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam keterangan tertulis Jumat, 31 Desember 2021. Dengan begitu, Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi 2021 sebesar 1,9 persen.
Bank sentral menyebutkan sejumlah penyumbang utama inflasi hingga pekan kelima bulan ini adalah cabai rawit sebesar 0,14 persen (mtm), minyak goreng sebesar 0,07 persen (mtm), daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,06 persen (mtm).
Selain itu komoditas cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen (mtm), bawang merah, beras, detergen bubuk, semen, tarif angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm). Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi yaitu daging sapi sebesar -0,01 persen (mtm).
Lebih jauh, Erwin menyebutkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Selain itu, BI akan mengambil langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. "Serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," kata Erwin. (RF)
Ini Cara Bank Sentral Brasil "Bantai" Dolar, Bisa Ditiru BI?
Harga Emas Batangan Pegadaian Hari Ini, 22 Juni 2020
Harga Emas 24 Karat Antam Hari ini, Jumat 17 April 2020
Tipe Orang Yang Tidak Baik Gunakan Kartu Kredit
Perdana Bikinan Anak Bangsa, Ini Spesifikasi Kapal Selam Alugoro
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian, Senin 7 Juni 2021