sumber foto liputan6.com Bank Indonesia (BI) akan mengurangi likuiditas perbankan secara bertahap pada tahun ini seiring dengan tren pemulihan ekonomi nasional yang terus terjaga hingga memasuki akhir kuartal IV-2021. Gubernur Bank indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, kebijakan pengurangan likuiditas akan mulai dilaksanakan pada Maret 2022 mendatang. Antara lain dengan dengan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap.
Dilansir dari laman liputan6.com. "Normalisasi likuiditas secara bertahap melalui GWM tersebut dilakukan secara bertahap pada bulan Maret, Juni, dan September 2022. secara keseluruhan (kenaikan GWM) untuk tahun 2022 ini 300 basis poin untuk bank umum konvensional dan 150 basis poin untuk bank umum syariah dan unit usaha syariah," jelasnya dalam saat konferensi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (2/2).
Perry memastikan, kebijakan pengurangan likuiditas perbankan tersebut dilakukan secara bertahap dengan tetap memastikan kemampuan perbankan dalam melakukan penyaluran kredit pembiayaan kepada dunia usaha. "Termasuk, partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN," imbuhnya.
Pengurangan Likuiditas
Dia menambahkan, adanya kebijakan pengurangan likuiditas ini tidak membuat likuiditas perbankan menyusut. Bahkan, masih lebih besar sebelum level pra-pandemi Covid-19.
Hal ini tercermin dari alat likuid terhadap dana pihak ketiga atau AL/DPK mencapai 35 persen pada saat ini. Padahal, AL/DPK terbesar pada sebelum Covid-19 berkisar di level 21 persen. "Jadi, ini mengapa kenaikan GWM tidak akan membuat likuiditas berkurang. Bahkan, kembali ke normal aja enggak karena AL/DPK masih berlebih," tutupnya. (RF)
Aksi 22 Mei Ricuh, Dolar AS Dekati Rp 14.500
Sudah Cetak Rekor, Harga Emas Bisa Tembus Rp 900.000/Gram?
Cek Dulu! Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Senin 21 Juni 2021
Hijau Seharian, IHSG Ditutup Menguat ke 6.278
Kemendag Keluarkan Panduan New Normal di Pasar Tradisional dan Mal, Ini Detailnya
Aturan Baru Pesangon Buruh saat Kena PHK, Begini Hitung-hitungannya