sumber foto liputan6.com Nilai tukar rupiah menguat pada Rabu 16 Maret 2022 ini. Penguatan rupiah ditopang surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2022. Kurs rupiah bergerak menguat 26 poin atau 0,18 persen ke posisi 14.301 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.327 per dolar AS.
Dilansir dari laman liputan6.com. "Pasar menyambut positif publikasi data neraca perdagangan Indonesia pada bulan Februari 2022 yang mencatatkan surplus cukup tinggi sebesar USD 3,8 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Januari 2022 yang hanya 963 juta dolar AS," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya dikutip dari Antara, Rabu (16/3/2022).
Rully menyampaikan, neraca perdagangan diproyeksikan masih akan tetap surplus besar dalam beberapa bulan ke depan. Sementara itu, lanjut Rully, pelaku pasar akan menunggu hasil dari rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan diumumkan hari ini waktu AS.
Prediksi Rupiah
The Fed sendiri sudah hampir dapat dipastikan akan menaikkan suku bunga pada FOMC bulan ini minimal sebesar 25 basis poin menjadi 0,5 persen. "Pasar juga menunggu akan reaksi dari BI, terkait dengan langkah The Fed, serta bagaimana mengantisipasi potensi kenaikan inflasi domestik," kata Rully.
Secara teknikal, Rully memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.297 per dolar AS hingga Rp14.365 per dolar AS. Pada Selasa (15/3) lalu, rupiah ditutup menguat 6 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.327 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.333 per dolar AS. (RF)
Uang Beredar di Indonesia Capai Rp 6.393 Triliun pada Juni 2020
Warga Jakarta Dilarang Pakai Air Tanah, Tarif Laundry Kiloan Bakal Naik?
Masih Tinggi, Dolar AS Perkasa di Rp 14.433
11 Perusahaan Malaysia Minat Tanam Modal di Ibu Kota Baru
Harga Emas Sentuh Rekor Lagi, Dijual Rp 783.000/Gram
Harga Komoditas Tak Bisa Diprediksi Jadi Tantangan Ekonomi Indonesia di 2023