sumber foto cnnindonesia.com Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan melarang ekspor bauksit dan timah tahun ini. "Tahun ini kemungkinan besar bauksit kami larang ekspor. Kami ingin ada hilirisasi di sini, tahun depan atau bahkan tahun ini juga timah pun kita dilarang ekspornya," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (27/4).
Diansir dari laman cnnindonesia.com. Ia menjelaskan Indonesia merupakan negara penghasil timah kedua terbesar di dunia setelah China. Namun, selama ini RI hanya mengekspornya tanpa mengolah lebih lanjut. "Ini adalah dalam rangka mewujudkan hilirisasi, kita harus menciptakan nilai tabah, jangan kita jual tanah air terus," imbuh Bahlil.
Rencana tersebut, kata Bahlil, sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam beberapa kesempatan, Jokowi memang ingin membangun industri pengolahan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Semula, Jokowi semula akan melarang ekspor timah mulai 2024. Hal itu tepatnya setelah pemerintah benar-benar melarang tembaga. Ia menjelaskan pemerintah akan lebih dulu melarang ekspor bauksit pada 2022.
Setelah itu, ekspor tembaga akan dilarang pada 2023. "Tahun depan bauksit stop, bauksit sudah, tembaga stop, tembaga sudah, timah setop," ucap Jokowi dalam Acara Puncak HUT ke-7 Partai Solidaritas Indonesia, Rabu (22/12) tahun lalu. (RF)
Jelang Asian Games 2018, Presiden Jokowi Promosi Terus-terusan
Penerimaan CPNS 2019, Pastikan Anda Penuhi Syarat Tiap Instansi
Belajar dari India, Mendagri Minta Masyarakat Tak Abai Prokes
Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Pilkada 2020 Dibuka Hari Ini
Dukung Target Pendidikan Bermutu, Elnusa Petrofin Gelar Program Petrofin Goes To School di NTT
Jangka Waktu Lapor SPT Diperpanjang hingga Senin 1 April