sumber foto cnbcindonesia.com Food and Drug Administration (FDA) alias Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menemukan kandungan berbahaya dalam obat diabetes yang diproduksi oleh Merck & Co. Obat tersebut terkontaminasi bahan aktif berbahaya pemicu kanker.
Dilansir dari laman cnbcindonesia.com. Perusahaan farmasi Merck & Co memasarkan obat diabetes mereka dengan merek Januvia dan Janumet. Bloomberg melaporkan bahwa FDA menemukan adanya zat pengotor yang disebut nitrosamine dalam beberapa sampel obat. Merck mengkonfirmasi bahwa baru-baru ini mereka mendeteksi nitrosamin dalam beberapa batch obat-obatan yang mengandung sitagliptin.
"Kami tetap yakin dengan keamanan, kemanjuran, dan kualitas obat kami yang mengandung sitagliptin," beber Merck. Sitagliptin adalah obat resep yang digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Meski demikian, FDA tetap mengizinkan Merck untuk terus menjual obat sitagliptin, meski dengan tingkat nitrosamin yang lebih tinggi dari yang diizinkan, untuk menghindari kelangkaan obat.
"Untuk menghindari kekurangan dan membantu memastikan pasien memiliki akses ke pasokan obat yang memadai, FDA tidak akan keberatan dengan distribusi sementara sitagliptin," kata pernyataan itu. Merck sedang bekerja dengan otoritas kesehatan di seluruh dunia dan telah menerapkan kontrol kualitas tambahan untuk memastikan obat memenuhi batas yang diizinkan FDA. (RF)
5 Manfaat Lada Hitam, Redakan Flu hingga Cegah Kanker
Update Covid-19 Global: 934.825 Kasus Seluruh Dunia, AS Tembus 200.000
7 Manfaat Biji Seledri untuk Kesehatan, Jadi Suplemen Alami
9 Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Dipijat, Bisa Berbahaya
4 Tips Berpuasa untuk Penderita Diabetes
Tanda dan Gejala RRD, Robek dan Lepasnya Retina Mata