sumber foto tempo.co. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa aliran dana misterius Rp14 triliun yang masuk ke rekening seorang staf honorer di kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Buol, hanyalah kesalahan sistem.“PPATK sudah menelusuri dan ternyata itu salah cetak. Sudah diperbaiki dan hak nasabah tetap dipenuhi,” kata Ivan Yustiavandana saat dihubungi, Selasa, 27 September 2022. Ivan Yustiavandana mengatakan saat ini kesalahan sistem tersebut sudah ditangani oleh Bank Negara Indonesia (BNI).
Dilansir dari laman tempo.co. Sementara itu, Direktur Human Capital dan Kepatuhan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Mucharom belum membalas pesan Tempo perihal masalah ini. Sebelumnya, nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) berinisial NNS di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terkejut dengan dana misterius senilai Rp14 triliun yang tiba-tiba masuk di rekening pribadinya. Kabar aliran dana misterius itu lantas ramai menjadi topik perbincangan hangat di jejaring media sosial Facebook.(iv)
Darurat Virus Corona Meluas, Dunia Krisis Masker dan Respirator
KPU: Penetapan Calon Terpilih Pemilu Paling Lambat 28 Mei
Premium Kabarnya Mau Dihapus, Jokowi Keluarkan Aturan Ini
Deddy Corbuzier Hari Ini jadi Mualaf
6 Fakta Vaksinasi Gotong Royong, Harga hingga Vaksin yang Digunakan
Melesat, Indonesia jadi Eksportir Besi dan Baja Terbesar ke-10 Dunia