sumber foto cnnindonesia.com Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Selasa (19/10) pagi, waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan terjadi lantaran muncul ekspektasi peningkatan pasokan minyak AS. Selain itu, risiko perlambatan ekonomi dan penurunan permintaan bahan bakar China juga turut menekan harga minyak. Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November merosot US$2,64 atau 3,1 persen menjadi US$82,82 per barel di New York Mercantile Exchange. Penurunan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember sebesar US$1,59 atau 1,7 persen ke US$90,03 per barel di London ICE Futures Exchange.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. Penurunan harga minyak terjadi usai kabar pemerintah AS akan terus melepaskan minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) sebelum pemilihan kongres bulan depan. Berdasarkan sumber Bloomberg, pemerintahan Joe Biden sedang mengkaji untuk melepas setidaknya 10 juta hingga 15 juta barel minyak dari cadangan darurat negara untuk menjaga harga bensin agar tidak naik lebih jauh. Sementara itu, China, importir minyak mentah utama dunia, menunda rilis indikator ekonomi yang semula dijadwalkan pada Selasa (18/10). Hal ini memberikan sinyal pada pasar bahwa permintaan bahan bakar secara signifikan tertekan di wilayah tersebut.(iv)
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 9 September 2020
Mau Satukan Dana Pensiun BUMN, Erick Thohir Butuh Restu Sri Mulyani
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp8.000 per Gram, Apa Sebabnya?
Sejak Maret, Harga Timah Sudah Ambles 50%
Tipe Orang Yang Tidak Baik Gunakan Kartu Kredit
Cek Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Selasa 19 April 2022, Turun Dikit