sumber foto cnbcindonesia.com Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, penyerapan tenaga kerja di sektor Pengadaan Air pada Kuartal III-2022 mengalami kontraksi sebesar 0,05% jika dibandingkan Kuartal III-2021. Penyebabnya, tak terlepas karena banyak perusahaan air yang mengalami kerugian. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (7/11/2022). Margo menjelaskan, jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2022 sebanyak 135,3 juta orang. Dengan porsi 37,66% adalah buruh/karyawan/pegawai, kemudian 22,04% berusaha sendiri, sebesar 14,62% merupakan berusaha dibantu buruh tidak tetap.
Dilansir dari laman cnbcindonesia.com. Selanjutnya sebanyak 13,08% pekerja keluarga atau tak dibayar, sebanyak 5,43% pekerja bebas di non pertanian, sebesar 4,13% merupakan pekerja bebas di pertanian, dan sebanyak 3,04% berusaha dibantu buruh tetap. Adapun proporsi pekerja formal dan informal di Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor informal yakni 59,31% dan 40,49% dari sektor formal. BPS mengungkapkan terdapat tiga sektor lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Ketiga sektor tersebut yakni pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.
"Ketiga lapangan usaha memberikan kontribusi 62,14% sepanjang Agustus 2021 hingga Agustus 2022. Pertanian menyerap 1,57 juta orang, perdagangan 450.000 orang, dan pengolahan 470.000 orang," jelas Margo. Sementara itu, lapangan pekerjaan di sektor pengadaan air, tercatat menurun 50.000 orang. Sektor ini juga yang satu-satunya sektor yang berkurang daya serapnya dibandingkan Agustus 2021. "Kalau dari catatan yang ada di kami, kenapa pengadaan air menurun 50.000 orang, terbesar terjadi pada penampungan penjernihan dan penyaluran air minum. Karena beberapa perusahaan mengalami kerugian," kata Margo lagi. (IV)
Tadpole Finance Resmi Terdaftar Jadi Salah Satu Aset Kripto Berizin BAPPEBTI
Aksi Borong Emas Dimulai, Harganya Diramal Terbang Pekan Ini
Rupiah Kian Terperosok ke Rp14.932 per Dolar AS
Cek Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Selasa 7 Juni 2022
Ciptakan 500 Ribu Eksportir Baru, Sri Mulyani Tekankan Kolaborasi
Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 14 Agustus 2020