sumber foto cnnindonesia.com Direktur Pelaksana Pengembangan Kebijakan dan Kerja Sama Bank Dunia Mari Elka Pangestu mengungkapkan bahwa kesetaraan gender mampu menambah US$11 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global. "Kesetaraan dan mengurangi kesenjangan gender adalah tidak hanya tentang hak perempuan, tetapi juga tentang ekonomi. Angkanya adalah US$11 triliun," imbuhnya dalam B20 Summit Indonesia di Nusa Dua, Bali, seperti dilansir Antara, Senin (14/11). Lebih lanjut Mari menuturkan bahwa dunia harus mendorong kesetaraan gender dan mengurangi kesenjangannya karena hingga kini masih terjadi perbedaan pemberian hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com. Saat ini, secara umum partisipasi angkatan kerja perempuan hanya sekitar 50 persen yang lebih rendah dibandingkan laki-laki mencapai 80 persen. Bahkan, di beberapa daerah seperti Timur Tengah ternyata partisipasi perempuan terhadap dunia kerja sangat rendah, yaitu hanya sekitar 20 persen. "Di Asia sedikit lebih baik, yaitu mendekati 60 persen, tetapi masih lebih rendah daripada pria," kata Mari. Beberapa upaya yang dapat mengurangi kesenjangan kesetaraan gender adalah memperhatikan gizi ibu ketika mereka hamil sekaligus memastikan bahwa mereka bisa melahirkan bayi yang sehat. Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan akses yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam mendapatkan pendidikan hingga pelatihan keterampilan.
Hak hukum atas kepemilikan aset maupun inklusi dan layanan keuangan juga perlu diberikan kepada perempuan agar mereka tidak berada dalam posisi yang dirugikan. Mari menyebut ada langkah sederhana yang telah dilakukan dan berhasil meningkatkan partisipasi perempuan, yakni wanita diizinkan bepergian sendiri di Arab Saudi. "Perempuan dapat bepergian di jalan dan ini mengakibatkan peningkatan partisipasi angkatan kerja dari 20 persen menjadi 30 persen," tandasnya.
(iv)
Harga Emas Batangan 24 Karat di Pegadaian, Jumat 26 Juni 2020
Ini Karakter Generasi Milenial yang Akan Menghuni Ibu Kota Baru
Dolar AS Kian Mantap Dekati Rp 13.000anDolar AS Kian Mantap Dekati Rp 13.000an
Harga Emas Batangan 24 Karat di Pegadaian Hari Ini, 2 Juli 2020
Catat Nih! Syarat dan Cara Dapat BLT UMKM Tahap II
Neraca Perdagangan RI Surplus 28 Bulan Berkat CPO, BI Komitmen Jaga Pertumbuhan