sumber foto detik.com. Tahun depan banyak negara disebut akan mengalami resesi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan turunnya perekonomian dunia ini disebabkan oleh inflasi yang tinggi. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan untuk masyarakat yang memiliki investasi emas sebaiknya tahan untuk menjual atau tahan untuk tidak membeli.
Dilansir dari laman detik.com. Menurut dia untuk dolar AS juga saat ini nilainya suda terlalu tinggi. "Kalau dolar AS saat ini sudah sangat tinggi, untuk di logam mulia nanti ketika harga sudah di bawah US$ 1.600 itu adalah saat yang tepat untuk koleksi logam mulia," jelas dia saat dihubungi, Sabtu (1/10/2022).
Ibrahim mengungkapkan, harga emas disebut akan mentok di posisi US$ 1.550 per troy ounce. Setelahnya harga emas bisa kembali menuju level US$ 2.000 per troy ounce. Menurut dia untuk berinvestasi emas ini membutuhkan waktu yang panjang atau minimal menengah. "Jadi kalau emas tidak bisa jangka pendek investasinya. Minimal itu tiga tahun, itu minimal sekali. Lebih baik lagi jangka panjang," jelas dia.
(IV)
Hati-Hati Penipuan Modus Kurir Paket, Begini Cara Menghindarinya
Pilihan Internet Lancar untuk Warga Desa dan Pertambangan di Wilayah Susah Sinyal
Sejak 1910, Begini Caranya Kopi Instan Dibuat
Tips Hindari Kejahatan Scam Berkedok Virus Corona
4 Tips Menurunkan dan Mempertahankan Berat Badan Ideal, Bisa Ditiru
Hati-Hati Penipuan, Ini 5 Cara Aman Bertransaksi Digital