sumber foto merdeka.com Kenaikan harga beras terjadi hampir di semua wilayah, tak terkecuali di Banyuwangi, Jawa Timur. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengaku kenaikan harga beras memberikan kontribusi kepada tingkat inflasi di daerah yang mengalami kenaikan. “Inflasi di Banyuwangi memang awal tahun ini sedikit mengalami kenaikan. Yang naik ini cabai dan beras,” kata Ipuk saat menghadiri Perayaan HUT Merdeka.com Ke-11 di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2).
Idilansir dari laman merdeka.com. puk menjelaskan, kenaikan harga beras yang terjadi sekarang lantaran belum memasuki musim panen. Dia menjamin saat musim panen raya, harga beras akan kembali turun. "Kalau beras di Banyuwangi harganya naik ini karena memang belum panen raya jadi harganya agak tinggi," kata dia. Sementara itu untuk harga bahan pangan lainnya, dia menjamin masih stabil. Sebab Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menggelar berbagai operasi pasar untuk stabilitas harga bahan pangan.
"Kemarin saya operasi pasar semuanya terkendali, insyaallah inflasinya akan lebih baik," kata dia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini harga beras di bawah Rp9.000 per kilogram (kg) dengan kualitas baik pun sudah mulai tersedia di pasaran. Keterjangkauan harga beras iji terjadi setelah terdistribusinya beras milik Perum Bulog. "Apakah operasi dari Bulog sudah sampai ke warung, ke pasar-pasar?, saya lihat sudah dan harganya baik, tadi Rp44.000 untuk 5 kilo(gram). Artinya, harga di bawah Rp9.000. Tadi kita lihat semua warung ada semuanya dan melimpah di sini," kata Jokowi, Minggu (19/2).
Dia memastikan, stok beras akan kembali melimpah secara nasional pada Maret mendatang. Sebab, sejumlah daerah sentra produksi beras akan memasuki panen raya pada akhir Februari dan awal Maret 2023. "Mungkin secara nasional di Februari mungkin 1 jutaan (hektare), mungkin nanti di bulan Maret 1,9-an (juta hektare). Kira-kira itu, sehingga kalau produksi dari petani, dari panen ada artinya stok melimpah," imbuhnya
(iv)
Hemat Anggaran, Negara Ini Pangkas 25.000 PNS
PPN 1,1 Persen untuk Penjualan Kendaraan Bekas Berlaku untuk Bisnis, Bukan Pribadi
Erick Thohir Ingin Bank Syariah Indonesia Jadi Jejak Indonesia di Berbagai Negara
Wih, Harga Emas Antam Turun! Jumat 25 Februari 2022
DJP Bakal Terapkan Sistem Perpajakan Baru di 2024, Seperti Apa?
Info Terbaru Perekrutan CPNS 2023: Dibuka Lebih Awal dari PPPK